
Pantau - Dua atlet boccia Indonesia, Handayani dan Gischa Zayana, berhasil menyumbangkan dua medali emas setelah memenangkan pertandingan final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu, sekaligus memastikan kontingen Merah Putih mencapai target tujuh medali emas.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi kontingen Indonesia dalam ajang olahraga multicabang terbesar di Asia bagi atlet penyandang disabilitas.
Handayani meraih medali emas setelah mengalahkan wakil Malaysia, Angline Melissa, melalui pertandingan ketat dengan skor akhir 5-4.
Sementara itu, Gischa Zayana turut mempersembahkan medali emas setelah menundukkan atlet Hong Kong, China, Hiu Lam Yeung, dengan skor tipis 6-5.
Tambahan dua medali emas dari cabang olahraga boccia membuat Indonesia mengumpulkan tujuh emas, sesuai target yang ditetapkan bagi kontingen yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani.
Sebelumnya, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas dari cabang olahraga para renang, para atletik, dan para balap sepeda.
Handayani Bangkit dari Ketertinggalan 1-4 dan Rebut Emas Boccia
Handayani menunjukkan perjuangan dalam pertandingan final boccia menghadapi atlet Malaysia, Angline Melissa, di Nagoya City General Gymnasium.
Atlet Indonesia berusia 30 tahun tersebut harus menghadapi tekanan setelah tertinggal cukup jauh pada tiga set pertama pertandingan.
Hingga berakhirnya set ketiga, Handayani tertinggal dengan skor 1-4 dari Angline Melissa.
Meski berada dalam posisi sulit, Handayani tetap mempertahankan peluang untuk membalikkan keadaan pada set terakhir.
Memasuki set keempat, Handayani berhasil menunjukkan kebangkitan dengan mencetak empat angka sekaligus.
Tambahan empat angka tersebut membuat kedudukan berubah dari 1-4 menjadi 5-4 untuk keunggulan atlet Indonesia.
Keberhasilan membalikkan skor pada set terakhir memastikan Handayani memenangkan pertandingan final sekaligus meraih medali emas.
Kemenangan dramatis tersebut menjadi salah satu dari dua tambahan emas yang mengantarkan Indonesia mencapai target perolehan medali.
Gischa Zayana Kalahkan Atlet Hong Kong dengan Skor Tipis 6-5
Medali emas berikutnya dipersembahkan Gischa Zayana yang menghadapi wakil Hong Kong, China, Hiu Lam Yeung, dalam pertandingan final boccia.
Pertandingan berlangsung ketat karena kedua atlet terus bersaing dalam perolehan angka hingga set terakhir.
Gischa berhasil mencuri angka pada set pertama yang kemudian menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.
Setelah set pembuka, Gischa dan Hiu Lam Yeung saling berbagi kemenangan pada dua set berikutnya dengan skor yang sama.
Persaingan berlanjut hingga set keempat yang berakhir dengan kedudukan imbang.
Keunggulan yang telah dibangun Gischa sejak set pertama akhirnya cukup untuk mempertahankan posisi hingga pertandingan berakhir.
Gischa memastikan kemenangan dengan skor akhir 6-5 sekaligus mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia.
Hasil tersebut melengkapi keberhasilan Handayani yang sebelumnya juga memenangkan pertandingan final boccia.
Dengan dua kemenangan tersebut, cabang olahraga boccia menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia.
Indonesia Kumpulkan Tujuh Emas dari Empat Cabang Olahraga
Sebelum keberhasilan Handayani dan Gischa Zayana, kontingen Indonesia telah mengoleksi lima medali emas dari tiga cabang olahraga.
Cabang olahraga para renang menyumbangkan dua medali emas melalui Maulana Rifky Yavianda.
Maulana meraih medali emas pertama dari nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12.
Ia kemudian menambah satu medali emas setelah memenangkan nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12.
Dari cabang olahraga para atletik, Indonesia memperoleh dua medali emas melalui I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Karisma Evi Tiarani.
I Kadek Dwi Purwana Yasa berhasil meraih emas pada nomor lempar cakram putra klasifikasi F57.
Sementara itu, Karisma Evi Tiarani menyumbangkan medali emas dari nomor lari 100 meter putri klasifikasi T63.
Cabang olahraga para balap sepeda juga memberikan kontribusi satu medali emas melalui Muhammad Fadli Imammuddin.
Muhammad Fadli berhasil menjadi juara pada nomor individual pursuit 4.000 meter putra klasifikasi C4.
Dengan tambahan dua emas dari boccia, total perolehan medali emas Indonesia meningkat menjadi tujuh.
Daftar Tujuh Medali Emas yang Diraih Kontingen Indonesia
Berikut rincian tujuh medali emas yang berhasil dikumpulkan kontingen Indonesia dari empat cabang olahraga:
- Handayani — Boccia, setelah mengalahkan Angline Melissa dari Malaysia dengan skor 5-4.
- Gischa Zayana — Boccia, setelah menundukkan Hiu Lam Yeung dari Hong Kong, China, dengan skor 6-5.
- Maulana Rifky Yavianda — Para renang, nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12.
- Maulana Rifky Yavianda — Para renang, nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12.
- I Kadek Dwi Purwana Yasa — Para atletik, nomor lempar cakram putra klasifikasi F57.
- Karisma Evi Tiarani — Para atletik, nomor lari 100 meter putri klasifikasi T63.
- Muhammad Fadli Imammuddin — Para balap sepeda, nomor individual pursuit 4.000 meter putra klasifikasi C4.
Berdasarkan perolehan tersebut, cabang olahraga boccia menyumbangkan dua medali emas, para renang dua emas, para atletik dua emas, dan para balap sepeda satu emas.
Keberhasilan para atlet dari empat cabang olahraga tersebut memastikan target tujuh medali emas yang ditetapkan bagi kontingen Indonesia telah terpenuhi.
Indonesia Masih Berpeluang Menambah Medali Emas
Meskipun telah mencapai target tujuh medali emas, kontingen Indonesia masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan jumlah perolehan medali.
Peluang tersebut terbuka karena sejumlah atlet unggulan Indonesia dijadwalkan mengikuti pertandingan final dalam beberapa hari berikutnya.
Dengan demikian, tujuh medali emas yang telah dikumpulkan belum menjadi hasil akhir kontingen Merah Putih dalam ajang olahraga tersebut.
Kontingen Indonesia yang dipimpin CdM Reda Manthovani masih berpeluang melampaui target apabila atlet-atlet yang tersisa berhasil memenangkan pertandingan final.
Tambahan medali emas dari Handayani dan Gischa Zayana menjadi penentu tercapainya target yang sebelumnya telah ditetapkan.
Kedua atlet boccia tersebut melengkapi kontribusi Maulana Rifky Yavianda, I Kadek Dwi Purwana Yasa, Karisma Evi Tiarani, dan Muhammad Fadli Imammuddin dalam mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.
Dengan pencapaian tersebut, Indonesia telah memenuhi target tujuh medali emas di Nagoya, Jepang, sambil mempertahankan peluang menambah perolehan medali melalui pertandingan yang masih akan berlangsung.
- Penulis :
- Arian Mesa




