HOME  ⁄  Olahraga

Ken Swagumilang dan Teodora Audi Raih Perak Asian Para Games 2026, Indonesia Kalah Tipis dari India di Final

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ken Swagumilang dan Teodora Audi Raih Perak Asian Para Games 2026, Indonesia Kalah Tipis dari India di Final
Foto: Atlet Panahan Indonesia Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly membidik sasaran saat bertanding melawan pasangan India Toman Kumar dan Sheetal Devi pada final panahan regu campuran compound Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park, Aichi, Jepang, Kamis 22/10/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Pantau - Pasangan atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly, berhasil menyumbangkan medali perak bagi kontingen Merah Putih pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (22/10/2026).

Medali perak tersebut diraih Ken/Audi dari nomor compound beregu campuran setelah kalah tipis dari pasangan India, Sheetal Devi dan Toman Kumar, dengan skor akhir 148-151 pada pertandingan final.

Pertandingan perebutan medali emas yang berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, tersebut diwarnai kondisi angin cukup kencang yang menjadi tantangan bagi para atlet.

Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, Ken/Audi menunjukkan kemampuan bersaing dengan pasangan India yang sebelumnya telah beberapa kali mereka hadapi dalam berbagai pertandingan.

Teodora Audi Ayudia Ferelly mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia melalui nomor compound beregu campuran.

"Sangat bersyukur, sangat tidak disangka, terus senang," kata Audi seusai pertandingan final.

Ken/Audi Berikan Perlawanan Ketat kepada India di Final

Pertandingan final nomor compound beregu campuran berlangsung ketat sejak babak awal ketika pasangan Indonesia berusaha mengimbangi perolehan poin wakil India.

Pada end pertama, Ken/Audi mengawali pertandingan dengan tertinggal tipis satu poin setelah mencatatkan skor 37-38 dari Sheetal Devi dan Toman Kumar.

Memasuki end kedua, pasangan India berhasil memperlebar keunggulan sehingga skor kumulatif berubah menjadi 73-77, dengan Indonesia tertinggal empat poin.

Ketertinggalan tersebut membuat Ken/Audi harus meningkatkan performa pada dua end berikutnya untuk menjaga peluang meraih medali emas.

Pada end ketiga, pasangan Indonesia berhasil memperkecil selisih skor menjadi 110-113 sehingga ketertinggalan berkurang menjadi tiga poin.

Hasil tersebut membuat persaingan menuju end terakhir tetap berlangsung ketat karena Indonesia masih memiliki peluang untuk menyamakan atau membalikkan keadaan.

Namun, pada end keempat atau terakhir, kedua pasangan sama-sama berhasil mengumpulkan 38 poin sehingga selisih tiga poin tidak berubah.

Dengan tambahan poin tersebut, Indonesia menutup pertandingan dengan total 148 poin, sedangkan India mengumpulkan 151 poin dan memastikan kemenangan pada partai final.

Hasil akhir itu menempatkan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly sebagai peraih medali perak, sementara Sheetal Devi dan Toman Kumar berhasil membawa pulang medali emas untuk India.

Audi Akui Semakin Percaya Diri Hadapi Pasangan India

Audi mengakui bahwa pertandingan menghadapi pasangan India bukanlah laga yang mudah karena mereka telah beberapa kali bertemu dengan lawan yang sama.

Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia belum pernah berhasil meraih kemenangan atas Sheetal Devi dan Toman Kumar.

Meski demikian, Audi menilai pengalaman menghadapi pasangan India membuat dirinya bersama Ken semakin berani dan mampu memberikan perlawanan yang lebih baik.

"Awal-awal kita kalah jauh, tetapi makin sering bertemu mereka makin berani," ujarnya.

Pengalaman dari sejumlah pertandingan sebelumnya menjadi bekal bagi Ken/Audi untuk meningkatkan kepercayaan diri ketika kembali menghadapi pasangan India pada pertandingan perebutan medali emas.

Perlawanan yang diberikan Indonesia dalam pertandingan final tersebut terlihat dari selisih skor yang hanya terpaut tiga poin hingga akhir pertandingan.

Angin Kencang Jadi Tantangan Atlet Para Panahan Indonesia

Sementara itu, Ken Swagumilang menilai kondisi angin yang cukup kencang selama pertandingan menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi para atlet.

Menurut Ken, kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan arah dan kekuatan angin sangat menentukan ketepatan tembakan dalam pertandingan para panahan, khususnya pada nomor compound.

Kondisi tersebut menuntut para atlet untuk terus beradaptasi dengan situasi pertandingan agar mampu menjaga akurasi tembakan dan memperoleh hasil maksimal.

Dalam pertandingan final, Ken/Audi tetap mampu memberikan perlawanan kepada pasangan India meskipun harus menghadapi tantangan kondisi cuaca di lokasi pertandingan.

Pelatih Sebut Medali Perak Ken/Audi Jadi Sejarah Baru

Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, memberikan apresiasi atas perjuangan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly yang berhasil mencapai pertandingan final Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Rameez menyampaikan bahwa keberhasilan pasangan Indonesia menembus babak final telah memenuhi target yang sebelumnya ditetapkan bagi kedua atlet tersebut.

Selain memenuhi target, ia menilai pencapaian Ken/Audi menjadi sejarah baru bagi Indonesia pada nomor beregu campuran para panahan.

"Yang jelas, teman-teman berhasil menciptakan sejarah baru untuk ganda campuran," kata Rameez.

Keberhasilan Ken/Audi meraih medali perak menjadi hasil dari perjuangan mereka sepanjang kompetisi hingga mampu tampil dalam pertandingan perebutan medali emas melawan India.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi tim para panahan Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, khususnya melalui keberhasilan pasangan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly mencapai final dan menyumbangkan medali perak bagi kontingen Merah Putih.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026