
Pantau - Pasangan ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya, berhasil melaju ke babak perempat final Indonesia Masters setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Jin Sung Ik/Lee Seung Hee, dengan skor 21-15, 21-12.
Kemenangan tersebut diraih Bimo/Nabila dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (22/10).
Hasil tersebut memastikan pasangan Indonesia melangkah ke babak delapan besar sekaligus menjaga peluang mereka untuk melanjutkan perjuangan menuju semifinal.
Meski berhasil meraih kemenangan dua gim langsung, Bimo mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam permainan yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Alhamdulillah bisa masuk babak delapan besar. Namun, kami tetap harus belajar lagi dan memperbaiki komunikasi untuk menyusun strategi di babak berikutnya," ungkap Bimo seusai pertandingan di Kudus, Kamis.
Bimo Akui Komunikasi dan Fokus Permainan Masih Perlu Diperbaiki
Bimo menilai kemenangan atas pasangan Korea Selatan belum menunjukkan bahwa penampilan mereka sudah sepenuhnya optimal.
Menurutnya, terdapat beberapa aspek permainan yang perlu dievaluasi agar Bimo/Nabila dapat tampil lebih konsisten ketika menghadapi lawan pada babak berikutnya.
Salah satu perhatian utama Bimo adalah kemampuan menjaga fokus selama pertandingan, terutama ketika menghadapi tekanan dan perubahan pola permainan lawan.
Selain konsentrasi, ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan komunikasi dengan Arlya Nabila Thesya untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan strategi di lapangan.
Bimo menilai komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting agar keduanya dapat mempertahankan momentum dan mengurangi kesalahan selama pertandingan.
Ia juga mengakui bahwa kenyamanan dalam membaca jalannya permainan saat menghadapi Jin Sung Ik/Lee Seung Hee belum sepenuhnya sesuai dengan harapannya.
"Saat bermain tadi, saya merasa 'feeling'-nya belum pas. Jadi, masih ada yang perlu ditingkatkan lagi," ujar Bimo.
Karena itu, Bimo/Nabila akan memanfaatkan waktu sebelum pertandingan perempat final untuk mengevaluasi kekurangan yang muncul pada babak 16 besar.
Arlya Ungkap Strategi Agresif Jadi Kunci Kemenangan atas Korea Selatan
Sementara itu, Arlya Nabila Thesya menjelaskan bahwa kemenangan mereka tidak terlepas dari penerapan strategi bermain agresif sejak awal pertandingan.
Menurut Arlya, strategi tersebut telah dipersiapkan setelah mereka mengamati penampilan pasangan Korea Selatan dalam pertandingan sebelumnya.
Pengamatan itu memberikan gambaran mengenai pola permainan Jin Sung Ik/Lee Seung Hee sehingga Bimo/Nabila dapat menentukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi lawan.
"Jadi, kami sudah tahu apa yang perlu dilakukan untuk bisa mengalahkannya," kata Arlya.
Salah satu kunci kemenangan pasangan Indonesia adalah kemampuan menguasai area depan lapangan untuk memberikan tekanan kepada pasangan Korea Selatan.
Penguasaan area tersebut membuat Bimo/Nabila mampu membatasi kesempatan lawan mengembangkan serangan sekaligus mengendalikan jalannya pertandingan.
Strategi agresif yang diterapkan sejak awal membantu pasangan Indonesia mempertahankan keunggulan hingga menutup gim pertama dengan skor 21-15.
Pada gim kedua, Bimo/Nabila kembali mampu mengendalikan permainan dan memastikan kemenangan dengan skor 21-12.
Hasil tersebut mengantarkan pasangan Indonesia ke babak perempat final tanpa kehilangan satu gim dalam pertandingan melawan Jin Sung Ik/Lee Seung Hee.
Arlya Tekankan Pentingnya Mental saat Menghadapi Pasangan Unggulan
Selain penerapan strategi teknis, Arlya menilai kesiapan mental menjadi faktor penting dalam menghadapi pertandingan, terutama ketika bertemu pasangan berstatus unggulan.
Menurutnya, menghadapi lawan unggulan dapat menimbulkan tekanan tersendiri bagi pemain, tetapi kondisi tersebut tidak boleh mengganggu konsentrasi dan pelaksanaan strategi.
Arlya menekankan pentingnya bermain lepas, menikmati pertandingan, serta tetap percaya pada kemampuan sendiri agar tidak terbebani oleh status lawan.
"Kalau menghadapi unggulan, tekanan pasti ada. Namun, kami bermain lepas saja dan berusaha enjoy supaya tidak terbebani," ujar Arlya.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat membantu pemain menjaga ketenangan sekaligus mempertahankan fokus ketika menghadapi situasi sulit selama pertandingan.
Kesiapan mental juga menjadi salah satu aspek yang akan terus diperhatikan Bimo/Nabila menjelang pertandingan babak delapan besar.
Bimo/Nabila Tunggu Lawan di Perempat Final Indonesia Masters
Setelah memastikan tiket perempat final, Bimo/Nabila akan menghadapi pemenang pertandingan antara pasangan China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, dan wakil Indonesia, Muhammad Al Farizi/Jessica Maya Risma Wardani.
Dengan demikian, calon lawan Bimo/Nabila pada babak delapan besar masih menunggu hasil pertandingan kedua pasangan tersebut.
Menghadapi pertandingan berikutnya, Arlya mengatakan mereka akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengevaluasi penampilan saat menghadapi pasangan Korea Selatan.
Salah satu fokus perbaikan adalah meningkatkan komunikasi antarpemain agar koordinasi dan pembagian peran di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
Selain komunikasi, Bimo/Nabila juga akan berupaya memperbaiki kemampuan mempertahankan keunggulan ketika sudah memimpin perolehan poin.
Arlya mengakui bahwa konsistensi permainan masih perlu ditingkatkan agar mereka tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengejar ketertinggalan.
Perbaikan tersebut menjadi perhatian menjelang babak perempat final yang menuntut kesiapan strategi, konsentrasi, serta kerja sama antarpemain.
Bimo/Nabila berharap evaluasi terhadap komunikasi, fokus, penguasaan permainan, dan konsistensi dapat membantu mereka tampil lebih solid dalam pertandingan selanjutnya.
Kemenangan dua gim langsung atas Jin Sung Ik/Lee Seung Hee menjadi modal bagi Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya untuk melanjutkan perjuangan di Indonesia Masters dengan harapan mampu melangkah hingga babak semifinal.
- Penulis :
- Shila Glorya




