
Pantau - Perenang senior Indonesia, Jendi Pangabean, mengingatkan para atlet muda untuk tidak cepat berpuas diri setelah tim para renang Merah Putih berhasil meraih tiga medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Jendi menegaskan bahwa keberhasilan meraih medali emas di tingkat Asia harus menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
"Di tengah prestasi yang sudah diraih hari ini, ada level yang lebih tinggi lagi tentunya (untuk dikejar). Saya berharap mereka tetap bisa menjaga kondisi, konsisten," kata Jendi di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026).
Keberhasilan para perenang muda Indonesia mendapat apresiasi dari Jendi yang melihat adanya perkembangan positif dalam proses regenerasi atlet para renang nasional.
Ia secara khusus menyoroti penampilan Abdil Majid Rahman yang berhasil meraih medali emas pada usia 17 tahun dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
Para Renang Indonesia Lampaui Target dengan Tiga Medali Emas
Tim para renang Indonesia berhasil menuntaskan Asian Para Games 2026 dengan mengumpulkan tiga medali emas, melampaui target awal yang hanya menetapkan satu medali emas.
Dua medali emas disumbangkan Maulana Rifky Yavianda melalui nomor 100 meter gaya bebas S12 dan 100 meter gaya punggung S12.
Sementara itu, satu medali emas lainnya diraih Abdil Majid Rahman dari nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7.
Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan para perenang Indonesia dalam menghadapi persaingan dengan atlet-atlet terbaik Asia.
Jendi mengaku senang melihat para atlet muda mampu menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi kontingen Merah Putih.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh membuat para atlet mengurangi intensitas latihan maupun kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik.
Menurutnya, masih terdapat tingkat persaingan yang lebih tinggi sehingga para atlet harus terus meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan prestasi.
Jendi Pangabean Apresiasi Regenerasi Atlet Para Renang Indonesia
Jendi yang sebelumnya berhasil meraih medali emas pada Asian Para Games 2018 dan 2022 harus puas membawa pulang satu medali perak dari Nagoya.
Meski tidak kembali meraih emas, perenang senior tersebut tetap menyambut positif keberhasilan para juniornya yang mampu tampil kompetitif di tingkat Asia.
"Ini membuktikan adanya regenerasi di para renang. Saya harap kedepannya makin banyak atlet-atlet muda, karena saya juga menyadari sudah senior atau sudah berumur," ujarnya.
Jendi secara khusus memberikan apresiasi kepada Abdil Majid Rahman, Mutiara Cantik Harsanto, serta Maulana Rifky Yavianda yang menunjukkan kemampuan bersaing dalam pertandingan.
Kemunculan atlet muda berprestasi dinilai menjadi perkembangan penting bagi keberlanjutan prestasi para renang Indonesia pada masa mendatang.
Jendi berharap semakin banyak atlet muda yang mampu mengikuti jejak para senior dalam meraih prestasi pada kejuaraan internasional.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan meraih medali harus diikuti dengan komitmen untuk terus menjalani latihan secara konsisten.
Jendi Tekankan Disiplin dan Konsistensi Latihan Atlet Muda
Jendi menilai kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting bagi atlet untuk mempertahankan prestasi dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberhasilan pada Asian Para Games 2026 seharusnya menjadi dorongan bagi para perenang muda untuk meningkatkan kemampuan, bukan alasan untuk mengurangi intensitas latihan.
Sebagai atlet senior yang masih menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas), Jendi juga berkomitmen untuk terus berbagi pengalaman dengan para juniornya.
"Kita juga bareng di Pelatnas, jadi kita bisa saling mengingatkan," kata Jendi.
Ia berharap komunikasi dan kebersamaan antara atlet senior dan junior dapat membantu menjaga semangat serta kedisiplinan selama menjalani program latihan.
Dengan perolehan tiga medali emas, tim para renang Indonesia berhasil melampaui target yang ditetapkan pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bekal bagi para perenang muda Indonesia untuk melanjutkan pembinaan dan menghadapi persaingan pada ajang olahraga internasional berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




