HOME  ⁄  Olahraga

Varrel/Wardana Gagal ke Final Indonesia Masters 2026 Usai Kalah Dramatis dari Ganda Campuran China

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Varrel/Wardana Gagal ke Final Indonesia Masters 2026 Usai Kalah Dramatis dari Ganda Campuran China
Foto: Ganda campuran Indonesia Varrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana saat menghadapi pasangan China Li Hong Yi/Huang Ke Xin pada semifinal Indonesia Masters 2026 di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu 24/10/2026 (sumber: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pantau - Ganda campuran Indonesia, Varrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, harus menghentikan langkah pada babak semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari pasangan China, Li Hong Yi/Huang Ke Xin, melalui pertandingan sengit tiga gim di GOR Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Varrel/Wardana harus mengakui keunggulan pasangan China setelah bertanding dengan skor 22-24, 23-21, dan 14-21.

Kekalahan tersebut membuat pasangan Indonesia gagal melaju ke partai final meskipun sempat memberikan perlawanan ketat dan berhasil memaksakan pertandingan hingga gim penentuan.

Bernadine Anindya Wardana mengakui bahwa dirinya bersama Varrel sebenarnya sudah merasa nyaman dengan pola permainan sejak awal pertandingan, tetapi belum mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir laga.

Sementara itu, Li Hong Yi/Huang Ke Xin memastikan tiket final Indonesia Masters 2026 dan dijadwalkan menghadapi pasangan Singapura/Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja.

Varrel/Wardana Berikan Perlawanan Sengit hingga Tiga Gim

Pertandingan semifinal berlangsung ketat sejak gim pertama ketika kedua pasangan saling memberikan tekanan untuk mengamankan poin.

Varrel/Wardana mampu mengimbangi permainan Li Hong Yi/Huang Ke Xin dan beberapa kali memiliki peluang untuk merebut gim pembuka.

Namun, pasangan Indonesia gagal memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga harus menyerah dengan skor tipis 22-24.

Memasuki gim kedua, Varrel/Wardana mulai memperbaiki permainan dengan tampil lebih tenang dan mampu membaca pola serangan lawan.

Perubahan strategi tersebut membuat pasangan Indonesia lebih efektif dalam menghadapi tekanan yang diberikan Li Hong Yi/Huang Ke Xin.

Varrel/Wardana akhirnya berhasil merebut gim kedua dengan skor 23-21 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Keberhasilan tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan ke gim ketiga untuk menentukan pasangan yang berhak melaju ke final.

Namun, pada gim penentuan, Varrel/Wardana kembali mengalami kesulitan mempertahankan konsistensi permainan.

Sejumlah kesalahan sendiri membuat pasangan Indonesia kehilangan momentum dan memberikan kesempatan kepada Li Hong Yi/Huang Ke Xin untuk mengendalikan pertandingan.

Pasangan China akhirnya memastikan kemenangan pada gim ketiga dengan skor 21-14 sekaligus mengakhiri perjuangan Varrel/Wardana di babak semifinal.

Bernadine Wardana Akui Serangan Pasangan China Sulit Diantisipasi

Seusai pertandingan, Bernadine Anindya Wardana mengakui bahwa dirinya bersama Varrel sebenarnya sudah menemukan kenyamanan bermain sejak awal pertandingan.

Namun, konsistensi menjadi persoalan utama yang membuat mereka gagal memaksimalkan peluang untuk memenangkan pertandingan.

Wardana menilai gim pertama merupakan salah satu kesempatan yang terlewatkan karena mereka sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.

Selain persoalan konsistensi, Wardana juga menyoroti kekuatan serangan pasangan China yang mampu memberikan tekanan terhadap pertahanan mereka.

Menurutnya, Li Hong Yi/Huang Ke Xin memiliki keunggulan dari segi postur tubuh yang tinggi sehingga lebih mudah membangun serangan selama pertandingan.

Keunggulan fisik tersebut membuat pasangan China mampu memberikan tekanan melalui pola serangan yang sulit diantisipasi.

Wardana mengakui bahwa kemampuan menghadapi pasangan dengan postur lebih tinggi menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki dalam pertandingan berikutnya.

Evaluasi tersebut diperlukan agar Varrel/Wardana mampu mengantisipasi serangan lawan dengan lebih baik sekaligus menjaga kestabilan permainan.

Varrel Bersyukur Tidak Cedera Meski Gagal Melaju ke Final

Sementara itu, Varrel Yustin Mulia tetap mensyukuri hasil pertandingan meskipun dirinya bersama Wardana harus mengakhiri perjuangan pada babak semifinal.

Varrel merasa bersyukur karena mereka mampu menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera setelah menjalani laga sengit selama tiga gim.

Menurut Varrel, pada gim kedua mereka sebenarnya sudah memahami pola permainan yang harus diterapkan untuk menghadapi tekanan pasangan China.

Ketenangan dalam membaca situasi pertandingan serta penerapan strategi yang lebih efektif membuat mereka mampu merebut kemenangan pada gim tersebut.

Namun, memasuki gim ketiga, Varrel mengakui bahwa konsistensi dan fokus yang sebelumnya berhasil dipertahankan mulai menurun.

Kondisi tersebut menyebabkan munculnya sejumlah kesalahan yang membuat pasangan Indonesia kesulitan mengimbangi permainan lawan.

Varrel menilai masih banyak aspek permainan yang perlu diperbaiki setelah kegagalan mencapai partai final Indonesia Masters 2026.

Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah kemampuan menjaga konsistensi, mempertahankan fokus, serta mengurangi kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.

Selain itu, Varrel/Wardana juga perlu meningkatkan ketenangan ketika menghadapi tekanan dan menjaga tempo permainan agar strategi yang diterapkan tetap berjalan sesuai situasi di lapangan.

Meski belum berhasil mencapai final, Varrel tetap mengapresiasi pencapaian mereka yang mampu menembus babak empat besar turnamen tersebut.

Pasangan China Sempat Tertekan pada Gim Kedua

Dari kubu China, Huang Ke Xin mengakui bahwa dirinya bersama Li Hong Yi sempat menghadapi tekanan ketika Varrel/Wardana meningkatkan kualitas permainan pada gim kedua.

Perlawanan pasangan Indonesia membuat Li Hong Yi/Huang Ke Xin kesulitan mempertahankan keunggulan hingga akhirnya kehilangan gim tersebut dengan skor 21-23.

Huang menjelaskan bahwa dukungan dan arahan pelatih menjadi salah satu faktor yang membantu mereka mengatasi situasi sulit selama pertandingan.

Setelah mendapatkan masukan dari pelatih, pasangan China mampu kembali meningkatkan kepercayaan diri dan memperbaiki permainan pada gim penentuan.

Perubahan tersebut membuat Li Hong Yi/Huang Ke Xin tampil lebih efektif dalam membangun serangan sekaligus memanfaatkan kesalahan pasangan Indonesia.

Mereka akhirnya berhasil mengamankan gim ketiga dengan skor 21-14 dan memastikan tempat di partai puncak Indonesia Masters 2026.

Li Hong Yi/Huang Ke Xin Bersiap Hadapi Terry/Gloria di Final

Setelah memastikan kemenangan semifinal, Li Hong Yi/Huang Ke Xin mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan final Indonesia Masters 2026.

Li Hong Yi mengungkapkan rencananya untuk meminta masukan dari pemain senior sebagai bagian dari persiapan menghadapi lawan berikutnya.

Menurutnya, pengalaman pemain senior dapat menjadi bahan pembelajaran penting karena pasangan yang akan dihadapi pada partai final juga memiliki pengalaman bertanding yang tinggi.

Pada pertandingan perebutan gelar juara, Li Hong Yi/Huang Ke Xin dijadwalkan menghadapi pasangan Singapura/Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pertemuan tersebut akan menjadi penentu gelar juara sektor ganda campuran Indonesia Masters 2026.

Sementara itu, hasil semifinal memastikan perjalanan Varrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana berakhir di babak empat besar setelah memberikan perlawanan sengit kepada pasangan China.

Kegagalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Varrel/Wardana untuk meningkatkan konsistensi, ketenangan, dan kemampuan menghadapi tekanan pada turnamen berikutnya.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026