HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Finis Peringkat Delapan Asian Para Games 2026 dengan 73 Medali, Lampaui Target Pemerintah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Finis Peringkat Delapan Asian Para Games 2026 dengan 73 Medali, Lampaui Target Pemerintah
Foto: Petugas membawa bendera Komite Paralimpiade Asia (Asian Paralympic Committee) dan sejumlah negara peserta saat upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu 24/10/2026 (sumber: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pantau - Kontingen Indonesia menuntaskan perjuangan pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir setelah mengumpulkan 73 medali yang terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Hasil tersebut membuat kontingen Merah Putih berhasil melampaui target perolehan medali yang ditetapkan pemerintah sekaligus memenuhi sasaran untuk menembus posisi 10 besar.

Sebelum kompetisi berlangsung, pemerintah menargetkan Indonesia meraih tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu atau total 32 medali.

Dengan perolehan akhir sebanyak 73 medali, Indonesia berhasil melampaui target tersebut dengan tambahan delapan emas, 13 perak, dan 20 perunggu dari sasaran awal.

Medali emas terakhir Indonesia dipersembahkan tim boccia beregu campuran klasifikasi BC1/BC2 yang berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada pertandingan final, Sabtu (24/10/2026).

Tim Boccia Indonesia Sumbang Emas Terakhir di Asian Para Games 2026

Tim boccia beregu campuran Indonesia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil menutup perjuangan kontingen Merah Putih dengan tambahan medali emas.

Ketiga atlet tersebut tampil pada pertandingan final nomor beregu campuran BC1/BC2 menghadapi Thailand dan memastikan kemenangan dengan skor 11-3.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadikan boccia sebagai cabang olahraga penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Secara keseluruhan, cabang olahraga boccia berhasil mempersembahkan empat medali emas sepanjang penyelenggaraan kompetisi.

Sebelum kemenangan tim beregu campuran, tiga medali emas boccia telah diraih melalui nomor tunggal putri dan tunggal putra.

Handayani menyumbangkan medali emas dari nomor tunggal putri BC1, sedangkan Gischa Zayana berhasil menjadi juara pada nomor tunggal putri BC2.

Sementara itu, Felix Ardi Yudha mempersembahkan medali emas melalui nomor tunggal putra BC2.

Tambahan emas dari nomor beregu campuran BC1/BC2 melengkapi pencapaian boccia sebagai cabang olahraga dengan kontribusi emas terbesar bagi kontingen Indonesia.

Para Atletik, Bulu Tangkis, dan Renang Masing-Masing Raih Tiga Emas

Selain boccia, tiga cabang olahraga lainnya, yakni para atletik, para bulu tangkis, dan para renang, masing-masing berhasil menyumbangkan tiga medali emas.

Pada cabang para atletik, I Kadek Yasa mempersembahkan medali emas melalui nomor lempar cakram putra klasifikasi F57.

Karisma Evi Tiarani menambah medali emas Indonesia setelah meraih kemenangan pada nomor lari 100 meter putri klasifikasi T63.

Satu medali emas lainnya dari para atletik disumbangkan Partin Muhlisin melalui nomor lari 100 meter putra klasifikasi T63.

Dari cabang para bulu tangkis, Indonesia juga mengoleksi tiga medali emas melalui penampilan atlet pada nomor pertandingan berpasangan.

Medali emas tersebut dipersembahkan pasangan Muh Al Imran/Suryo Nugroho, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, serta Subhan/Rina Marlina.

Sementara itu, cabang para renang menyumbangkan tiga medali emas melalui penampilan Maulana Rifky Yavianda dan Abdil Majid Rahman.

Maulana Rifky Yavianda menjadi salah satu atlet Indonesia yang berhasil meraih dua medali emas dari nomor pertandingan berbeda.

Medali emas pertamanya diperoleh melalui nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12.

Ia kemudian menambah satu medali emas setelah meraih hasil terbaik pada nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12.

Adapun Abdil Majid Rahman mempersembahkan satu medali emas dari nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB7.

Para Balap Sepeda dan Tenis Meja Lengkapi 15 Emas Indonesia

Dua medali emas lainnya bagi kontingen Indonesia berasal dari cabang olahraga para balap sepeda dan para tenis meja.

Pada cabang para balap sepeda, Muhammad Fadli Imammuddin berhasil mempersembahkan satu medali emas bagi Indonesia.

Sementara itu, pasangan Barce Layaba dan Leli Marlina menyumbangkan satu medali emas melalui cabang para tenis meja.

Dengan demikian, seluruh 15 medali emas Indonesia berasal dari enam cabang olahraga, yakni boccia, para atletik, para bulu tangkis, para renang, para balap sepeda, dan para tenis meja.

Selain tambahan emas dari boccia, Indonesia juga berhasil meraih satu medali perak pada hari terakhir pertandingan.

Medali perak tersebut dipersembahkan tim para angkat berat beregu campuran yang diperkuat Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi.

Tambahan medali pada hari terakhir melengkapi perolehan Indonesia menjadi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

China Juara Umum, Indonesia Berada di Bawah Thailand

Dalam klasemen akhir Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia menempati peringkat kedelapan, tepat di bawah Thailand yang berada pada posisi ketujuh.

Thailand mengakhiri kompetisi dengan mengumpulkan 19 medali emas, 40 perak, dan 66 perunggu atau total 125 medali.

Sementara itu, China berhasil memastikan gelar juara umum setelah mendominasi klasemen perolehan medali sepanjang penyelenggaraan kompetisi.

Kontingen China mengoleksi 207 medali emas, 117 perak, dan 111 perunggu dengan total keseluruhan mencapai 435 medali.

Tuan rumah Jepang menempati peringkat kedua dengan perolehan 64 medali emas, 60 perak, dan 62 perunggu atau total 186 medali.

Uzbekistan melengkapi posisi tiga besar setelah meraih 45 medali emas, 49 perak, dan 51 perunggu dengan total 145 medali.

Hasil tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran delapan besar Asia sekaligus memenuhi target pemerintah untuk mengakhiri kompetisi di posisi 10 besar.

Perolehan Medali Indonesia Menurun Dibandingkan Asian Para Games Hangzhou

Meskipun berhasil melampaui target pemerintah, pencapaian Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 masih berada di bawah hasil yang diraih pada edisi sebelumnya di Hangzhou, China.

Pada Asian Para Games Hangzhou 2022, Indonesia berhasil menempati peringkat kelima klasemen akhir dengan mengumpulkan 29 medali emas, 30 perak, dan 37 perunggu.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia mengoleksi 96 medali pada penyelenggaraan tersebut.

Jika dibandingkan dengan hasil di Hangzhou, perolehan Indonesia pada Asian Para Games 2026 mengalami penurunan sebanyak 14 medali emas dan sembilan medali perak.

Sementara itu, jumlah medali perunggu tetap sama, yakni sebanyak 37 medali pada kedua edisi.

Total perolehan medali Indonesia juga berkurang sebanyak 23 medali, dari 96 medali di Hangzhou menjadi 73 medali di Aichi-Nagoya.

Dari sisi peringkat, Indonesia turun tiga posisi dari peringkat kelima menjadi peringkat kedelapan.

Pada Asian Para Games 2026, Indonesia mengirimkan sebanyak 103 atlet untuk bertanding dalam 12 cabang olahraga.

Salah satu cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Indonesia, yakni para catur, tidak dipertandingkan pada penyelenggaraan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Tidak dipertandingkannya para catur menjadi salah satu perbedaan komposisi cabang olahraga dibandingkan edisi sebelumnya.

Meski jumlah medali dan peringkat mengalami penurunan dibandingkan Hangzhou, Indonesia tetap berhasil melampaui seluruh target medali yang ditetapkan pemerintah.

Keberhasilan meraih 15 medali emas dari enam cabang olahraga menjadi catatan pencapaian kontingen Merah Putih pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, dengan boccia tampil sebagai penyumbang emas terbanyak.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026