HOME  ⁄  Olahraga

Tiga Tim Indonesia Waspadai Kejutan Format Baru 24 Peserta di FFWS Global Finals 2026 Thailand

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tiga Tim Indonesia Waspadai Kejutan Format Baru 24 Peserta di FFWS Global Finals 2026 Thailand
Foto: (Sumber :Tiga tim esports Indonesia yakni Bigetron by Vitality, ONIC, dan RRQ Kazu, untuk Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2026 berfoto bersama dalam acara konferensi pers pelepasan di Jakarta, Jumat (30/10/2026). (ANTARA/Arindra Meodia) (ANTARA/Arindra Meodia).)

Pantau - Tiga tim esports Indonesia, yakni Bigetron by Vitality, ONIC, dan RRQ Kazu, mewaspadai persaingan semakin ketat dalam turnamen Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2026 yang akan berlangsung mulai 6 November di Bangkok, Thailand, menyusul penerapan format baru dengan 24 tim peserta.

Penambahan jumlah peserta dari berbagai kawasan dunia dinilai menghadirkan tantangan bagi wakil Indonesia, terutama dalam membaca strategi lawan, menentukan lokasi pendaratan, serta mengantisipasi pergerakan tim selama pertandingan.

Para pelatih ketiga tim menyampaikan pandangan tersebut dalam konferensi pers pelepasan wakil Indonesia menuju FFWS Global Finals 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Bigetron dan ONIC Waspadai Strategi Tim dari Berbagai Kawasan

Pelatih Bigetron by Vitality, Chris Jo, mengungkapkan bahwa salah satu tim yang menjadi perhatian khusus adalah XProjekt dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

Menurut Chris, XProjekt saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Indonesia dan memiliki potensi berhadapan langsung dengan Bigetron karena kesamaan lokasi pendaratan dalam pertandingan.

"Secara spesifik, ada XProjekt dari MENA. Mereka sekarang sedang menjalani bootcamp atau latihan di Indonesia. Kami memiliki dua drop zone yang bersamaan dan berpotensi berhadapan langsung dengan tim tersebut. Win rate kami masih 50 persen, jadi itu yang menjadi perhatian," kata Chris Jo, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, pelatih ONIC, Ahmad "AFM" Fadly Masturoh, menilai penerapan format 24 tim menjadi tantangan baru karena jumlah peserta tersebut pertama kali digunakan dalam kompetisi global FFWS.

Kehadiran tim dari India, Nepal, Bangladesh, hingga Amerika Utara membuat persaingan semakin sulit diprediksi, terutama dalam menentukan lokasi pendaratan dan membaca pola rotasi lawan.

AFM mengingatkan bahwa tim dari kawasan yang sebelumnya kurang diperhitungkan tetap memiliki peluang memberikan kejutan kepada peserta unggulan.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Esports World Cup (EWC) tahun sebelumnya ketika dua tim asal India berhasil menembus babak Grand Final di luar perkiraan banyak pihak.

"Contoh paling sederhana adalah EWC tahun lalu. Dua tim India lolos ke Grand Final, padahal sebelumnya tidak banyak yang memperkirakan hal itu. Bisa saja ONIC, RRQ, atau BTR nantinya kewalahan menghadapi mereka," ujar AFM.

Menurut AFM, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh peserta FFWS Global Finals 2026 memiliki peluang bersaing tanpa memandang asal kawasan maupun reputasi tim.

RRQ Kazu Sambut Positif Penambahan Peserta FFWS Global Finals 2026

Berbeda dengan kekhawatiran mengenai persaingan yang semakin sulit, pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan, justru menyambut positif keputusan penyelenggara menambah jumlah peserta menjadi 24 tim.

Adi menilai perluasan peserta dapat membantu perkembangan ekosistem kompetitif Free Fire sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi pemain dari berbagai negara untuk tampil di tingkat internasional.

Pengembang sekaligus penerbit Free Fire, Garena, juga memperluas wilayah kompetisi dengan membuka kesempatan bagi tim dari Eropa, Amerika, dan Afrika.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya minat pemain di berbagai kawasan untuk mengikuti kompetisi Free Fire.

Selain memperluas persaingan, Adi menilai bertambahnya jumlah peserta juga membawa dampak positif terhadap peningkatan total hadiah turnamen.

"Ditambah lagi, hal yang paling menyenangkan adalah prize pool-nya akan bertambah. Jadi, menurut saya, itu masuk akal," kata Adi.

FFWS Global Finals 2026 Terapkan Dua Fase Babak Gugur

FFWS Global Finals 2026 akan menggunakan format pertandingan baru dengan dua fase babak gugur atau Knockout Stage sebelum memasuki pertandingan puncak.

Fase pertama dijadwalkan berlangsung pada 6–15 November 2026, sedangkan fase kedua digelar pada 19–22 November 2026.

Dalam format terbaru tersebut, penyelenggara tidak lagi menerapkan babak Point Rush seperti pada format kompetisi sebelumnya.

Satu hari sebelum pertandingan final akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim peserta untuk memastikan kelolosan menuju babak Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026.

Dengan perubahan format dan bertambahnya jumlah peserta, Bigetron by Vitality, ONIC, dan RRQ Kazu harus mempersiapkan strategi menghadapi potensi kejutan dari tim-tim berbagai kawasan.

Ketiga wakil Indonesia tersebut akan bersaing memperebutkan gelar juara dunia Free Fire dalam turnamen yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026