HOME  ⁄  Olahraga

Mutiara Ayu Puspitasari Tersingkir di Korea Open 2026, Petik Pelajaran Berharga dari Debut BWF Super 500

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mutiara Ayu Puspitasari Tersingkir di Korea Open 2026, Petik Pelajaran Berharga dari Debut BWF Super 500
Foto: (Sumber :Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari harus mengakui keunggulan unggulan keenam asal Taiwan Lin Hsiang Ti pada turnamen BWF World Tour Super 500 pada babak 16 besar Korea Open 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026). ANTARA/X/@INABadminton/pri..)

Pantau - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, harus menghentikan langkahnya pada babak 16 besar Korea Open 2026 setelah kalah dari unggulan keenam asal Taiwan, Lin Hsiang Ti, dalam pertandingan tiga gim di Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).

Mutiara menyerah dengan skor 20-22, 21-19, 13-21 dalam pertandingan yang menjadi penampilan perdananya pada turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 500.

Meski gagal melaju ke perempat final, Mutiara mengaku mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam menghadapi tekanan pemain papan atas dan menjaga ketenangan pada poin-poin kritis.

"Saya merasa di pertama kali menghadapi turnamen Super 500, saya bersyukur penampilan saya cukup baik," kata Mutiara melalui keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Kamis.

Mutiara Kehilangan Momentum pada Gim Pertama

Dalam pertandingan melawan Lin Hsiang Ti, Mutiara sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan pada gim pembuka.

Namun, pebulu tangkis Indonesia tersebut gagal memanfaatkan kesempatan ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Lin akhirnya berhasil merebut gim pertama dengan skor tipis 22-20 setelah Mutiara kehilangan momentum pada poin-poin akhir.

Mutiara mengakui kurangnya ketenangan dan keyakinan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilannya pada situasi tersebut.

"Gim pertama memang ada kesempatan tapi saya merasa kurang tenang dan kurang yakin menghadapi poin-poin kritis," ujar Mutiara.

Kegagalan mengamankan gim pembuka menjadi salah satu evaluasi penting bagi Mutiara dalam menghadapi pertandingan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

Bangkit di Gim Kedua, Mutiara Gagal Bendung Tekanan Lin Hsiang Ti

Setelah kehilangan gim pertama, Mutiara mampu bangkit dan memberikan perlawanan lebih ketat kepada unggulan keenam asal Taiwan tersebut.

Permainan Mutiara pada gim kedua berjalan lebih baik hingga akhirnya berhasil merebut kemenangan dengan skor 21-19.

Hasil tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan ke gim ketiga untuk menentukan pemain yang berhak melaju ke babak perempat final.

Namun, pada gim penentuan, Lin Hsiang Ti kembali meningkatkan tekanan melalui permainan dan pukulan yang lebih sulit diantisipasi.

Mutiara kesulitan mempertahankan momentum ketika pertandingan berlangsung ketat dan akhirnya kalah dengan skor 13-21.

"Di gim kedua sudah cukup berjalan baik tapi di gim ketiganya, ketika poinnya ketat, lagi-lagi saya merasa pressure pemain yang lebih top level itu berbeda ya dari tekanan pukulan dan tekanan mainnya," ujarnya menambahkan.

Kekalahan tersebut memastikan langkah Mutiara terhenti pada babak 16 besar Korea Open 2026.

Debut Super 500 Jadi Pengalaman Penting bagi Mutiara

Mutiara menilai penampilannya pada Korea Open 2026 menunjukkan perkembangan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Meski belum mampu mengalahkan pemain unggulan, ia merasa pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas permainan lebih tinggi memberikan banyak pelajaran.

Menurutnya, pertandingan melawan Lin Hsiang Ti menunjukkan bahwa kemampuan teknik saja belum cukup untuk bersaing dengan pemain papan atas.

Ketenangan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengubah strategi dengan cepat juga menjadi faktor penting ketika menghadapi tekanan selama pertandingan.

Mutiara menyadari bahwa pemain dengan pengalaman lebih tinggi mampu memberikan tekanan melalui variasi pukulan maupun perubahan pola permainan.

Situasi tersebut menuntut pemain untuk segera beradaptasi agar tidak kehilangan kendali pertandingan.

Mutiara Soroti Ketenangan dan Adaptasi Strategi

Setelah tersingkir dari Korea Open 2026, Mutiara menjadikan pertandingan melawan Lin Hsiang Ti sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainannya.

Ia menilai kemampuan menjaga ketenangan ketika skor berlangsung ketat menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki.

Selain itu, Mutiara juga ingin meningkatkan kecepatan dalam membaca perubahan permainan lawan dan menyesuaikan strategi di lapangan.

"Pelajaran yang bisa diambil, paling keliatan dari lawan Lin Hsiang Ti tadi bagaimana menghadapi top level, saya rasa ketenangan dan perubahan cara mainnya harus cepat diadaptasi lagi," kata Mutiara.

Pengalaman tampil pada turnamen BWF World Tour Super 500 menjadi bekal bagi Mutiara untuk menghadapi persaingan pada kejuaraan berikutnya.

Meski belum berhasil menembus babak delapan besar, Mutiara menilai penampilannya dalam debut tersebut cukup baik dan memberikan gambaran mengenai tuntutan pertandingan di level yang lebih tinggi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026