HOME  ⁄  Olahraga

Sejumlah Cabor Unggulan Indonesia Dicoret dari SEA Games 2027, Krisna Bayu Soroti Keadilan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sejumlah Cabor Unggulan Indonesia Dicoret dari SEA Games 2027, Krisna Bayu Soroti Keadilan
Foto: Ilustrasi - Atlet dayung putra Indonesia Febrian (kedua kiri) dan La Memo (kiri) memacu kecepatannya pada final dayung double scull putra Asian Games 2026 di Nagaragawa International Regatta Course, Kaizu, Gifu, Jepang, Kamis (24/9/2026). Febrian dan La Memo gagal meraih medali usai finis di posisi keempat dengan catatan waktu 6 menit 14,42 detik.

Pantau - Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu menilai penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia tidak adil karena sejumlah cabang unggulan Indonesia tidak masuk dalam program pertandingan.

Krisna mempertanyakan keputusan tersebut karena berpotensi menghilangkan peluang Indonesia meraih medali emas sekaligus merugikan atlet yang telah mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga Asia Tenggara.

"Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?," kata Krisna Bayu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia yang tidak dipertandingkan pada SEA Games 2027 meliputi panjat tebing, dayung, voli pantai, serta bulu tangkis nomor beregu putra dan beregu putri.

Selain itu, cabang olahraga gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon juga tidak masuk dalam daftar pertandingan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen tuan rumah Malaysia dan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dalam menjaga prinsip keadilan bagi seluruh negara peserta.

Krisna Bayu Pertanyakan Prinsip Keadilan SEA Games

Krisna Bayu yang juga menjabat anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghapusan cabang olahraga atau pengurangan nomor pertandingan.

Menurut dia, keputusan mengenai program pertandingan SEA Games juga menyangkut keadilan bagi atlet, keberlanjutan pembinaan olahraga, serta martabat negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Ia mempertanyakan apakah perubahan daftar cabang olahraga setiap kali penyelenggaraan berpindah ke negara tuan rumah telah mempertimbangkan kepentingan seluruh peserta.

"SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah," katanya.

Krisna menegaskan bahwa penyelenggaraan SEA Games semestinya tetap mengedepankan prinsip persaingan yang sehat dan kesempatan yang adil bagi seluruh negara peserta.

Ia juga mengingatkan agar pembahasan mengenai pencoretan cabang olahraga tidak hanya berfokus pada potensi perolehan medali masing-masing negara.

"Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara," katanya.

Indonesia Kehilangan Peluang Medali Emas

Tidak dipertandingkannya sejumlah cabang olahraga unggulan dinilai dapat mengurangi peluang kontingen Indonesia untuk meraih medali emas pada SEA Games 2027.

Panjat tebing, dayung, dan voli pantai termasuk cabang olahraga yang tidak masuk dalam program pertandingan pesta olahraga tersebut.

Nomor beregu putra dan beregu putri pada cabang bulu tangkis juga tidak dipertandingkan sehingga mengurangi kesempatan Indonesia bersaing memperebutkan medali.

Sebelumnya, NOC Indonesia turut menyoroti keputusan tersebut karena berpotensi merugikan atlet nasional.

Persoalan ini juga menjadi perhatian karena sejumlah cabang olahraga lain, seperti gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon, tidak tercantum dalam daftar pertandingan.

SEA Games 2027 Pertandingkan 43 Cabang Olahraga

Berdasarkan keputusan SEAGF dalam rapat Executive Committee pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 di Malaysia akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan SEA Games 2025 di Thailand yang mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor.

Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar tujuh cabang olahraga dan 100 nomor pertandingan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Krisna menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar penyelenggaraan SEA Games tetap mengutamakan kepentingan atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara.

Ia juga mengangkat kemungkinan perlunya sikap tegas Indonesia maupun reformasi SEAGF dalam menyikapi persoalan penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026