HOME  ⁄  Olahraga

Skybridge Run 2026 Diikuti 3.500 Pelari, KAI Dorong Pariwisata dan Ekonomi Banyumas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Skybridge Run 2026 Diikuti 3.500 Pelari, KAI Dorong Pariwisata dan Ekonomi Banyumas
Foto: Peserta Skybridge Run 2026 memacu kecepatan saat mendekati garis finis di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2026) pagi.

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto menggelar Skybridge Run 2026 yang diikuti 3.500 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong pengembangan wisata olahraga sekaligus menggerakkan perekonomian Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Minggu (8/11/2026) pagi, dengan mempertandingkan kategori lari 5 kilometer dan 10 kilometer.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As'ad Habibuddin, mengatakan Skybridge Run 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga setelah kegiatan serupa digelar pada 2024 dan 2025.

"Alhamdulillah, KAI sukses menyelenggarakan Skybridge Run 2026. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar pada 2024 dan 2025," kata As'ad di sela kegiatan.

Menurutnya, ajang olahraga tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mendorong pola hidup sehat, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebanyak 3.500 Pelari Ramaikan Skybridge Run 2026

As'ad menjelaskan bahwa Skybridge Run 2026 menggunakan kompleks Menara Teratai Purwokerto sebagai lokasi titik awal dan akhir perlombaan.

Dari total 3.500 peserta, sebanyak 2.000 orang mengikuti kategori 5 kilometer, sedangkan 1.500 peserta lainnya berkompetisi pada kategori 10 kilometer.

Ia menyebutkan sekitar 25 persen peserta berasal dari luar Purwokerto, sementara sebagian besar tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan merupakan warga setempat.

“Sekitar 25 persen peserta berasal dari luar Purwokerto. Selain itu, sekitar 90 persen manpower (tenaga kerja) yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Purwokerto,” katanya menjelaskan.

Jumlah peserta pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan Skybridge Run 2025 yang diikuti sekitar 3.300 orang.

Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga lari yang diselenggarakan KAI.

KAI Libatkan 10 UMKM Lokal untuk Dorong Ekonomi

As'ad mengatakan Skybridge Run merupakan salah satu bentuk kontribusi KAI dalam mendukung pengembangan olahraga dan pembudayaan gaya hidup sehat.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi daerah.

"Beberapa tahun terakhir, lari menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian, sektor pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya," katanya.

Dalam penyelenggaraan Skybridge Run 2026, KAI Daop 5 Purwokerto turut melibatkan 10 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kabupaten Banyumas.

Keterlibatan UMKM tersebut bertujuan memberikan kesempatan promosi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Kehadiran peserta dari luar daerah juga diharapkan mendukung aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat Banyumas.

Skybridge Run Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Kereta Api

Selain kegiatan olahraga, KAI memanfaatkan Skybridge Run 2026 untuk menyampaikan pesan keselamatan dan kenyamanan perjalanan menggunakan kereta api.

As'ad mengatakan edukasi tersebut ditujukan kepada masyarakat, termasuk peserta lomba dan pengguna media sosial.

"Kami tetap menyampaikan pesan-pesan mengenai kenyamanan dan keselamatan naik kereta api kepada masyarakat, termasuk para pelari dan pengguna media sosial," kata As’ad.

Melalui kegiatan tersebut, KAI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan saat menggunakan transportasi kereta api.

Penyelenggaraan Skybridge Run juga menjadi bagian dari upaya KAI memperluas kontribusi perusahaan di luar layanan transportasi melalui kegiatan olahraga, promosi pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026