
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah tawuran di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, turun dari 132 kasus sepanjang 2025 menjadi 20 kasus hingga Oktober 2026 seiring pemanfaatan sasana tinju sebagai sarana pembinaan anak muda.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keberadaan fasilitas olahraga yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PAM JAYA membantu mengalihkan aktivitas kelompok pemuda ke kegiatan positif.
"Tahun 2026, sampai dengan bulan Oktober ini, tawurannya hanya 20 kali, jadi turun 110 kali tawuran," kata Pramono di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, sasana tinju tersebut memberikan ruang bagi para pemuda yang sebelumnya terlibat tawuran untuk berolahraga bersama.
Sasana Tinju Jadi Sarana Pencegahan Tawuran
Pramono mengapresiasi kontribusi PAM JAYA dalam mendukung kegiatan olahraga masyarakat melalui program CSR.
Sejumlah kegiatan yang mendapatkan dukungan tersebut meliputi olahraga lari, tinju, dan liga aspal.
Ia menilai program olahraga tersebut mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat Jakarta sekaligus membantu mengatasi persoalan sosial.
"Di Kampung Melayu itu tahun lalu 2025, tawurannya sampai dengan satu tahun itu 132 kali. Karena ada fasilitas CSR yang diberikan oleh PAM JAYA, terutama sasana tinju, dan mereka yang tawuran dulunya masing-masing gengnya, sekarang menjadi satu, olahraga bersama," tutur Pramono.
Menurut Pramono, kegiatan olahraga dapat menjadi sarana penyaluran energi anak muda agar tidak terlibat dalam aksi tawuran.
Ia juga meminta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyelenggarakan perlombaan Piala Jakarta Timur sebagai bagian dari upaya pencegahan tawuran melalui olahraga tinju.
Pemprov DKI Berencana Perluas Fasilitas Olahraga
Pramono sebelumnya telah meresmikan fasilitas ring tinju yang berada di bawah jalan layang Pasar Rebo.
Ia menyatakan keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan para pemuda menyalurkan energi melalui kegiatan olahraga yang lebih bermanfaat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mereplikasi penyediaan sarana olahraga serupa di wilayah lain.
PAM JAYA juga diminta berpartisipasi dalam pemanfaatan kolong jalan layang di Jakarta Utara menjadi fasilitas olahraga yang dibutuhkan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses warga terhadap ruang olahraga sekaligus mendukung pencegahan tawuran.
Pembangunan Arena Tinju Libatkan PAM JAYA
Pembangunan fisik arena tinju di Kampung Melayu berlangsung sejak 20 Agustus hingga 23 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan PAM JAYA.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan ruang di bawah jalan layang untuk kegiatan masyarakat.
Keberadaan arena tinju juga memberikan kesempatan bagi kelompok pemuda yang sebelumnya terlibat konflik untuk mengikuti aktivitas olahraga secara bersama.
Pemprov DKI Jakarta menjadikan pengembangan fasilitas olahraga sebagai salah satu pendekatan dalam mengurangi potensi tawuran di kawasan permukiman.
- Penulis :
- Gerry Eka




