Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Otomotif

Layanan Pembiayaan Internal Bantu Hino Tekan Penurunan Penjualan Sasis Bus pada 2025

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Layanan Pembiayaan Internal Bantu Hino Tekan Penurunan Penjualan Sasis Bus pada 2025
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Logo Hino. (ANTARA/Arina Suwanto).)

Pantau - PT Hino Motors Sales Indonesia HMSI pada 2025 mampu menekan penurunan penjualan sasis bus berkat dukungan layanan pembiayaan internal perusahaan di tengah melemahnya permintaan dan kondisi ekonomi yang belum stabil.

Pembiayaan Internal Tahan Penurunan Hingga 19 Persen

Perusahaan di bawah naungan Indomobil Group tersebut menyatakan tanpa dukungan pembiayaan internal, penurunan penjualan sasis bus bisa lebih dalam dari capaian saat ini.

Direktur Penjualan dan Purnajual HMSI Susilo Darmawan mengatakan, "Kalau tidak ditopang itu, itu mungkin turunnya enggak 19 persen, mungkin paling tidak menjadi 25 persen," ujarnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo menunjukkan penjualan sasis bus di pasar domestik sepanjang 2025 sebanyak 4.541 unit atau turun 1.100 unit dibanding tahun sebelumnya.

Produksi sasis Hino sepanjang 2025 tercatat 18.450 unit turun dari 23.823 unit pada 2024.

Penjualan grosir kendaraan Hino dari pabrik ke dealer juga turun 24 persen menjadi 18.367 unit pada 2025 dibanding 24.158 unit pada 2024.

Permintaan Turun dan Perbankan Lebih Hati-hati

Hino memasarkan sasis bus besar 4x2 hingga medium 4x2 dengan standar emisi Euro 4.

Produk sasis bus besar Hino meliputi RM280 ABS, RK280 STD, dan RK280 ABS yang banyak digunakan untuk bus pariwisata dan transportasi jarak jauh.

Penurunan penjualan sasis bus dipengaruhi turunnya permintaan layanan bus serta kondisi ekonomi yang kurang stabil.

Susilo menyebut, "Beberapa saat yang lalu ada policy kebijakan mengenai adanya pembatasan atau larangan untuk mengadakan tur di satu area, itu yang menyebabkan sebetulnya demand atau permintaan penumpangnya itu juga turun," katanya.

Ia menambahkan, "Situasi ekonomi yang memang belum stabil ini, ya tentu saja pihak financing company maupun bank yang memberikan pembiayaan berpikir untuk lebih berhati-hati. Karena kredit yang mereka berikan kepada konsumen itu tentu saja dengan segala risikonya," jelasnya.

Dalam situasi tersebut, layanan pembiayaan internal perusahaan membantu calon konsumen memperoleh pinjaman sehingga mampu menekan penurunan penjualan sasis bus sepanjang 2025.

Penulis :
Gerry Eka