
Pantau - Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng, mencatat lonjakan pendapatan sebesar 87,7 persen sepanjang 2025 dengan total pendapatan mencapai 76,72 miliar yuan.
Pendapatan Xpeng mencapai 76,72 miliar yuan atau sekitar Rp189 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan mobil sebesar 68,38 miliar yuan.
Penjualan kendaraan Xpeng secara global mencapai 429.445 unit sepanjang 2025, meningkat 125,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan di pasar domestik China tercatat 383.873 unit atau naik 119,4 persen secara tahunan.
Margin laba kotor perusahaan juga meningkat menjadi 18,9 persen dari sebelumnya 14,3 persen.
Kerugian bersih Xpeng menyusut 80,3 persen menjadi 1,14 miliar yuan dari sebelumnya 5,79 miliar yuan pada 2024.
Perusahaan bahkan mencatat laba bersih pertama pada kuartal keempat 2025 sebesar 380 juta yuan, berbalik dari kerugian 1,33 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh peluncuran model baru seperti Xpeng X9, P7 terbaru, dan G7, dengan model populer seperti Mona M03 dan P7+.
Xpeng juga menjalin kerja sama dengan Volkswagen dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Pada awal 2026, pengiriman kendaraan Xpeng tercatat menurun dengan total 28.415 unit pada Januari hingga Februari.
Angka tersebut turun 49,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya subsidi kendaraan energi baru di China.
Xpeng berencana meluncurkan model baru termasuk SUV Xpeng GX yang telah mulai diproduksi secara massal di China.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika pasar kendaraan listrik global.
- Penulis :
- Gerry Eka







