HOME  ⁄  Otomotif

Garasi.id Sebut Inspeksi Kendaraan Bantu Perusahaan Kurangi Kerugian Depresiasi Armada

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Garasi.id Sebut Inspeksi Kendaraan Bantu Perusahaan Kurangi Kerugian Depresiasi Armada
Foto: (Sumber: Inspeksi Mobil bekas. ANTARA/Chairul Rohman.)

Pantau - Garasi.id menilai layanan inspeksi kendaraan dapat membantu perusahaan menjaga nilai jual armada tetap optimal dan mengurangi potensi kerugian akibat depresiasi aset kendaraan operasional.

Perusahaan otomotif tersebut bergerak di bidang jasa perawatan mobil, jual beli mobil bekas, layanan garansi, dan inspeksi kendaraan.

Garasi.id menyebut banyak perusahaan mempertahankan kendaraan terlalu lama hanya karena masih dianggap layak jalan.

Padahal nilai aset kendaraan terus menurun setiap bulan, sementara biaya kepemilikan meningkat saat kendaraan memasuki usia empat hingga lima tahun.

CEO Garasi.id Ardy Alam mengatakan banyak perusahaan baru menjual kendaraan ketika biaya operasional sudah tinggi dan nilainya turun jauh.

“Inspeksi kendaraan dapat membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat dan menguntungkan karena memiliki data kondisi kendaraan yang akurat,” ungkap Ardy Alam.

Biaya Perawatan Kendaraan Disebut Terus Meningkat

Garasi.id mengungkapkan kendaraan berusia empat hingga lima tahun mulai membutuhkan servis berkala lebih sering.

Penggantian komponen fast moving juga meningkat pada usia kendaraan tersebut.

Risiko kerusakan besar disebut mulai muncul ketika kendaraan memasuki usia empat hingga lima tahun.

Biaya servis tahunan yang sebelumnya sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta dapat meningkat menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta per tahun.

Garasi.id menilai perusahaan sering mengalami dua kerugian sekaligus, yaitu nilai aset kendaraan turun dan biaya mempertahankan kendaraan meningkat.

Keterlambatan menjual kendaraan selama satu hingga dua tahun disebut dapat menyebabkan kerugian Rp30 juta hingga Rp50 juta per unit.

Kerugian tersebut belum termasuk tambahan biaya perawatan kendaraan.

Garasi.id Hadirkan Layanan Inspeksi 170 Titik

Garasi.id menjelaskan jalur showroom menjadi pilihan paling umum untuk penjualan kendaraan karena prosesnya praktis dan cepat.

Namun, showroom membeli kendaraan untuk dijual kembali sehingga membutuhkan margin keuntungan serta biaya tambahan seperti refurbish dan biaya stok unit.

Akibatnya, harga beli showroom hampir selalu berada di bawah harga pasar kendaraan.

Sebagian perusahaan kemudian mencoba menjual kendaraan langsung ke pengguna akhir atau end user demi mendapatkan harga lebih tinggi.

Kendalanya, calon pembeli biasanya memeriksa kendaraan secara lebih detail mulai dari riwayat tabrakan, bekas banjir, kondisi mesin, hingga riwayat servis kendaraan.

“Banyak perusahaan sebenarnya rugi bukan karena kondisi mobil jelek, tetapi karena tidak memiliki data profesional untuk membuktikan kondisi kendaraan,” ujar Ardy Alam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Garasi.id menghadirkan layanan inspeksi kendaraan dengan hingga 170 titik pengecekan.

Pemeriksaan mencakup kondisi mesin, transmisi, sistem kelistrikan, kaki-kaki, struktur kendaraan, hingga indikasi bekas tabrakan atau banjir.

Melalui layanan tersebut, Garasi.id ingin membantu perusahaan mengambil keputusan pelepasan aset secara lebih terukur, transparan, dan berbasis data agar kendaraan tetap memiliki nilai optimal sebelum harga aset turun terlalu jauh.

Penulis :
Gerry Eka