
Pantau - Penjualan gabungan Hyundai Motor Co. dan Kia Corp. di China merosot 39 persen secara tahunan menjadi sekitar 9.000 unit pada September 2026, sekaligus mencatatkan penjualan bulanan di bawah 10.000 kendaraan untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini.
Penurunan tersebut terjadi di tengah melemahnya permintaan terhadap kendaraan kedua produsen otomotif asal Korea Selatan itu di pasar China.
Berdasarkan laporan Hana Securities yang mengacu pada data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), penjualan Hyundai turun 47 persen secara tahunan, sedangkan Kia mengalami penurunan 31 persen.
Data yang dikutip dari kantor berita Yonhap pada Minggu (25/10/2026) juga menunjukkan pangsa pasar gabungan kedua perusahaan menyusut menjadi hanya 0,6 persen.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pertengahan dekade 2010-an ketika Hyundai dan Kia masih menguasai lebih dari 10 persen pasar otomotif China.
Penjualan Hyundai Turun 47 Persen dan Kia Merosot 31 Persen
Hyundai Motor mencatat penjualan ritel sekitar 4.000 kendaraan di China sepanjang September 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kia membukukan penjualan sekitar 5.000 kendaraan dengan penurunan tahunan mencapai 31 persen.
Secara keseluruhan, kedua perusahaan hanya mampu menjual sekitar 9.000 kendaraan dalam satu bulan.
Penurunan tersebut membuat penjualan gabungan Hyundai dan Kia untuk pertama kalinya sepanjang 2026 berada di bawah angka 10.000 unit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya kedua produsen untuk memulihkan penjualan di China masih menghadapi tantangan.
Pangsa Pasar Hyundai dan Kia di China Tinggal 0,6 Persen
Selain mengalami penurunan volume penjualan, Hyundai dan Kia juga kehilangan sebagian besar pangsa pasar mereka di China.
Pada pertengahan dekade 2010-an, kedua produsen otomotif tersebut memiliki pangsa pasar gabungan lebih dari 10 persen.
Namun, berdasarkan data terbaru, pangsa pasar gabungan Hyundai dan Kia kini menyusut menjadi hanya 0,6 persen.
Perubahan tersebut menunjukkan penurunan posisi kedua merek di salah satu pasar otomotif terbesar dunia.
Lemahnya permintaan menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi kinerja penjualan kedua perusahaan.
Hyundai dan Kia juga belum berhasil memulihkan penjualan meskipun telah memperkenalkan kendaraan listrik yang dikembangkan khusus untuk konsumen China.
SUV Listrik Hyundai Elexio Hanya Terjual 251 Unit
Salah satu kendaraan yang dikembangkan Hyundai untuk pasar China adalah Elexio, sebuah kendaraan listrik berjenis SUV.
Model tersebut menjadi bagian dari upaya Hyundai memperkuat penjualan kendaraan listrik di negara tersebut.
Namun, penjualan Elexio sepanjang sembilan bulan pertama 2026 hanya mencapai 251 unit.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan penjualan sebanyak 1.216 unit yang tercatat pada tiga bulan terakhir 2025.
Penurunan penjualan Elexio memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan khusus untuk pasar China belum cukup untuk mendorong pemulihan kinerja Hyundai.
Hyundai Ioniq V Catat Penjualan 558 Unit pada September
Selain Elexio, Hyundai juga mengandalkan Ioniq V untuk memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik China.
Ioniq V merupakan model pertama Hyundai yang dikembangkan khusus untuk pasar China di bawah merek Ioniq.
Berdasarkan data penjualan September 2026, model tersebut terjual sebanyak 558 unit.
Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan penjualan kendaraan listrik Hyundai di tengah penurunan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Meski telah menghadirkan sejumlah model kendaraan listrik khusus untuk konsumen China, Hyundai masih menghadapi kesulitan meningkatkan volume penjualan.
Hyundai dan Kia Masih Berupaya Pulihkan Penjualan di China
Kinerja September 2026 menunjukkan bahwa Hyundai dan Kia masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan posisi mereka di pasar otomotif China.
Penurunan penjualan secara tahunan terjadi pada kedua perusahaan, dengan Hyundai mengalami penurunan lebih besar dibandingkan Kia.
Pangsa pasar gabungan yang menyusut menjadi 0,6 persen juga memperlihatkan perbedaan signifikan dibandingkan posisi kedua produsen sekitar satu dekade sebelumnya.
Pengembangan kendaraan listrik khusus pasar China belum menghasilkan pemulihan penjualan yang diharapkan.
Data terbaru tersebut menjadi gambaran kondisi bisnis Hyundai dan Kia di China pada September 2026, ketika penjualan gabungan keduanya turun hingga di bawah 10.000 kendaraan.
- Penulis :
- Gerry Eka




