HOME  ⁄  Pantau Haji

Fase Mina Berakhir, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jamaah Haji Indonesia dan Siapkan Evaluasi Haji 2027

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Fase Mina Berakhir, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jamaah Haji Indonesia dan Siapkan Evaluasi Haji 2027
Foto: (Sumber: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memberikan keterangan pers di Makkah, Arab Saudi. ANTARA/HO-Kemenhaj.)

Pantau - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi jamaah haji Indonesia yang dinilai tertib dan kooperatif selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, seiring berakhirnya fase puncak ibadah haji di Mina pada 13 Zulhijjah 1447 Hijriah.

Menhaj juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam melayani jamaah haji Indonesia.

Ia mengatakan, "Saya sampaikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jamaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur."

Seluruh jamaah haji Indonesia yang memilih nafar tsani telah meninggalkan tenda-tenda di Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman dan lancar.

Menhaj menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak ibadah haji tahun 2026.

Ia menilai keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja sama antara penyelenggara, petugas, dan jamaah.

Menhaj mengatakan, "Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jamaah haji Indonesia."

Layanan Jamaah Tetap Berlanjut

Jamaah yang mengambil pilihan nafar awal telah kembali ke hotel sejak 12 Zulhijjah.

Sementara itu, jamaah nafar tsani kembali pada 13 Zulhijjah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina.

Meski fase Mina telah selesai, layanan kepada jamaah tetap berlanjut hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Sebagian jamaah telah menyelesaikan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijjah.

Sebagian lainnya masih akan melaksanakan tawaf ifadah dan ibadah lanjutan sebelum kembali ke Indonesia.

Menhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi untuk terus mendampingi jamaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah.

Pendampingan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf serta memastikan jamaah lanjut usia dan jamaah berisiko tinggi mendapat prioritas pelayanan.

Menhaj juga mengimbau jamaah agar menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

Ia mengatakan, "Jamaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jamaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni."

Kemenhaj Mulai Persiapan Haji 2027

Proses pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.

Menhaj menegaskan bahwa berakhirnya fase Mina bukan berarti berakhirnya tugas penyelenggaraan haji.

Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelayanan haji tahun 2026.

Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun berikutnya.

Pada 29 Mei 2026, Kemenhaj telah menerima informasi awal dan linimasa penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi.

Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi untuk mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang.

Menhaj mengatakan, "Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara."

Ia menambahkan, "Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jamaah."

Fokus utama penyelenggaraan haji 2027 adalah meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kesiapan operasional, memberikan perhatian lebih kepada jamaah lansia, serta memastikan ibadah haji berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh jamaah Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka