
Pantau - PT Timah Tbk menyatakan aktivitas pertambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diarahkan untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan manfaat yang dirasakan masyarakat di daerah tersebut.
Division Head CSR PT Timah Tbk Rahmat Taufik mengatakan manfaat industri pertambangan tidak hanya dapat dilihat dari kegiatan produksi yang dijalankan perusahaan.
“Manfaat industri pertambangan tak hanya dilihat dari kegiatan produksi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kegiatan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Rahmat.
Menurut Rahmat, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat seiring dengan berlangsungnya aktivitas industri pertambangan.
Program pemberdayaan ekonomi tersebut juga perlu berjalan bersama berbagai program di bidang pendidikan dan kesehatan.
Upaya itu ditujukan agar keberadaan industri pertambangan memiliki keterkaitan yang semakin besar dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Perusahaan bukan hanya melakukan kegiatan penambangan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun program-program keberlanjutan,” kata Rahmat.
Perusahaan, Media, dan Akademisi Perlu Bangun Pemahaman Bersama
Rahmat menilai pemahaman mengenai hubungan antara industri pertambangan dan pembangunan ekonomi daerah perlu terus dibangun melalui komunikasi yang melibatkan berbagai pihak.
Perusahaan, media, dan kalangan akademisi dinilai memiliki peran dalam memberikan perspektif yang lebih menyeluruh mengenai industri pertambangan.
Perspektif tersebut termasuk melihat bagaimana aktivitas pertambangan bersinggungan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.
Salah satu upaya membangun pemahaman tersebut dilakukan melalui sosialisasi MediaMIND 2026 yang digagas Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID di PT Timah Tbk, Pangkalpinang.
Jurnalis Jurnal Indonesia Alza Munzi mengatakan wartawan di Bangka Belitung memiliki kedekatan dengan aktivitas pertambangan timah sehingga dapat menghadirkan perspektif masyarakat mengenai perkembangan industri tersebut.
“Teman-teman wartawan di Bangka Belitung memiliki banyak pengalaman dan cerita mengenai pertambangan timah yang bisa dibawa tidak hanya ke tingkat nasional, tetapi juga lebih luas lagi,” kata Alza.
Menurut Alza, peliputan industri pertambangan memiliki sejumlah tantangan, antara lain akses terhadap narasumber serta berbagai dinamika yang dihadapi jurnalis di lapangan.
Meski demikian, pengalaman melakukan peliputan memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk melihat secara langsung hubungan antara kegiatan pertambangan dengan kehidupan masyarakat.
Kelompok Rentan Jadi Perspektif Penting dalam Pemberitaan Tambang
Alza menilai kondisi kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak yang hidup di sekitar wilayah pertambangan, menjadi salah satu perspektif yang penting dikembangkan dalam pemberitaan.
Menurut dia, kondisi kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian karena kegiatan pertambangan tidak hanya berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam.
Aktivitas pertambangan juga dapat membawa perubahan sosial yang berkaitan dengan kehidupan serta kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, pemberitaan mengenai pertambangan dinilai perlu membahas secara lebih luas manfaat ekonomi yang dihasilkan industri tersebut.
Pemberitaan juga dinilai perlu mengangkat program pemberdayaan serta berbagai perubahan yang terjadi pada masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.
“Sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah,” kata Alza.
- Penulis :
- Leon Weldrick




