
Pantau - DPP PDIP menegaskan pentingnya prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menyikapi dinamika geopolitik di Timur Tengah sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa pendiri bangsa telah meletakkan fondasi kuat terkait kemerdekaan dan solidaritas global.
"Bahwa kemerdekaan Indonesia ialah menunjukkan suatu spirit pembebasan bagi bangsa-bangsa terjajah di Asia Afrika. Karena itulah kemerdekaan sebagai hak segala bangsa itu harus betul-betul diperjuangkan dan tidak boleh diingkari," ujarnya.
Ia menegaskan kemerdekaan merupakan hak semua bangsa dan tidak boleh ada tindakan negara kuat yang mengingkari kedaulatan negara lain.
Prinsip tersebut menjadi dasar sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan harus terus dijalankan oleh pemerintah.
PDIP menekankan pentingnya dialog antar pemimpin bangsa dalam menyelesaikan berbagai isu geopolitik.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut telah berdiskusi dengan Presiden Prabowo terkait isu kebangsaan dan geopolitik.
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya komunikasi dan dialog antar pemimpin dunia.
"Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. itulah yang harus dilanjutkan oleh seluruh Presiden," kata Hasto.
PDIP juga mendorong sikap politik luar negeri Indonesia yang lebih tegas dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan global.
Kepemimpinan Presiden pertama RI, Bung Karno, dijadikan teladan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan solidaritas internasional.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus dilanjutkan dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan, Megawati juga melakukan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar bersama keluarga dan jajaran partai.
Kegiatan tersebut meliputi doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pendiri bangsa.
- Penulis :
- Gerry Eka







