
Pantau - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi X menilai terjadi perubahan signifikan di sektor pendidikan pada era pemerintahan Prabowo Subianto, terutama dalam pembangunan infrastruktur sekolah.
Peningkatan Infrastruktur dan Program Pendidikan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyampaikan adanya arah perubahan yang nyata meski tantangan masih besar.
Ia mengatakan, "Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat,"
Perubahan paling menonjol terlihat pada peningkatan renovasi sekolah dari sekitar 17.000 menjadi 70.000 sekolah pada 2026.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direnovasi pada 2028.
Ia menyatakan, "Dan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi,"
Selain itu, pemerintah mendorong transformasi digital melalui pemasangan smart board interaktif di sekolah.
Program lain mencakup pemberian tunjangan bagi guru non-ASN serta pengembangan Sekolah Rakyat.
Ia menyimpulkan, "Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran, serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang,"
Tantangan Pemerataan dan Kualitas
Meski mengalami kemajuan, kualitas pendidikan dinilai belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kesenjangan masih terlihat antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil, terutama di daerah 3T yang masih kekurangan tenaga pendidik dan fasilitas.
Biaya distribusi guru dan sarana pendidikan di wilayah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
Anggaran pendidikan dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan yang diiringi peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia mengatakan, "Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa,"
Secara keseluruhan, pemerintah dinilai berhasil mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan, namun masih perlu peningkatan kualitas serta pemerataan akses di seluruh wilayah.
- Penulis :
- Gerry Eka





