
Pantau - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto menegaskan bahwa sikap atau attitude pemain menjadi pertimbangan utama dalam pemanggilan skuad nasional, menyusul insiden kekerasan yang melibatkan Fadly Alberto Hengga dalam laga Elite Pro Academy U-20.
Nova menyampaikan, "Pastinya ke depan tim nasional akan memanggil sekali lagi pemain-pemain yang baik selain secara kualitas tetapi secara attitude dan semuanya menjadi catatan kami dalam memanggil pemain," ungkapnya.
Insiden Kekerasan di Laga EPA U-20
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan antara Dewa United Banten FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 di Stadion Citarum yang berujung ricuh pada akhir laga.
Fadly Alberto terlibat aksi kekerasan dengan melakukan tendangan kungfu kepada pemain lawan Rakha Nurkholis di tengah ketegangan pertandingan.
Nova menyayangkan kejadian itu dan menilai sebagai bahan evaluasi penting bagi perkembangan pemain muda.
Ia menyatakan, "Saya bukan mewajarkan tetapi Alberto adalah pemain muda dan saya pikir ini menjadi pelajaran yang baik buat Alberto," ujarnya.
Persiapan Menuju Piala AFF U-19 2026
Nova menegaskan bahwa tim nasional memiliki standar tinggi dalam memilih pemain, di mana kualitas teknik harus berjalan seiring dengan disiplin serta perilaku di dalam dan luar lapangan.
Dalam waktu dekat, Timnas U-20 akan mempersiapkan diri menghadapi Piala AFF U-19 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 14 Juni di Sumatera Utara.
Nova belum merinci nama pemain yang akan dipanggil, namun menyebut sekitar tujuh pemain diaspora akan masuk dalam skuad, termasuk Matthew Baker.
Pemusatan latihan direncanakan dimulai pada 10 Mei di Yogyakarta sebelum dilanjutkan ke Surabaya menjelang turnamen.
- Penulis :
- Shila Glorya





