HOME  ⁄  Sepakbola

Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/2026, Kota Bandung Berubah Menjadi Lautan Biru Perayaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/2026, Kota Bandung Berubah Menjadi Lautan Biru Perayaan
Foto: (Sumber: Warga menyapa tim dan ofisial Persib Bandung saat konvoi juara BRI Super League 2025-2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/YU.)

Pantau - Kota Bandung berubah menjadi lautan perayaan setelah Persib Bandung memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026 usai bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Klakson kendaraan bersahutan di berbagai ruas jalan Kota Bandung bukan karena kemacetan, melainkan menjadi bagian dari pesta kemenangan Persib Bandung.

Bendera biru Persib berkibar di berbagai sudut kota mulai dari motor, mobil bak terbuka, hingga dikenakan anak-anak kecil yang ikut merayakan keberhasilan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Hasil imbang tanpa gol itu cukup membawa Persib menjadi juara setelah pada pertandingan lain Borneo FC Samarinda menang telak 7-1 atas Malut United.

Persib dan Borneo FC sama-sama mengakhiri musim dengan koleksi 79 poin, namun Persib unggul head-to-head sehingga berhak mengangkat trofi juara.

Gelar tersebut sekaligus menjadi hattrick juara liga secara beruntun bagi Persib Bandung.

Persib Dinilai Menang karena Konsistensi

Keberhasilan Persib musim ini dinilai bukan lahir dari satu pertandingan spektakuler, melainkan kemampuan menjaga konsistensi sepanjang kompetisi berlangsung.

Hasil imbang tanpa gol di hadapan puluhan ribu suporter disebut menjadi simbol disiplin dan keteguhan skuad Persib dalam mengamankan gelar juara.

Suasana kemenangan juga memperlihatkan bagaimana warga dari berbagai latar belakang merasa bersatu dalam identitas yang sama, yakni warna biru Persib.

Sepak bola dinilai telah menjadi bahasa emosional yang menghubungkan banyak orang tanpa perlu banyak bicara.

Kemenangan Persib disebut bukan hanya kemenangan sebuah klub sepak bola, tetapi juga menjadi perayaan identitas Kota Bandung.

Persib digambarkan sebagai rumah emosional bagi jutaan masyarakat Jawa Barat yang menjadikan klub tersebut bagian dari kehidupan sehari-hari.

Banyak anak mengenal warna biru Persib sejak kecil bahkan sebelum mengenal nama warna dalam lagu “Balonku”.

Kecintaan terhadap Persib juga diwariskan secara turun-temurun di dalam keluarga para pendukungnya.

Bobotoh disebut tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga menitipkan emosi mereka kepada klub yang dianggap sebagai bagian dari identitas diri.

Di tribun Persib, buruh, pengusaha, mahasiswa, hingga pengemudi ojek daring dapat berdiri bersama tanpa sekat sosial.

Euforia Juara Gerakkan Ekonomi Kota Bandung

Euforia kemenangan Persib turut berdampak terhadap pergerakan ekonomi di Kota Bandung dan sejumlah wilayah Jawa Barat.

Pedagang atribut, penjual syal, warung kopi, hotel, kafe, hingga kreator konten ikut merasakan dampak ekonomi dari perayaan juara tersebut.

Fenomena itu disebut sebagai ekonomi emosi karena masyarakat membeli jersey dan atribut bukan sekadar pakaian, tetapi juga cerita, kenangan, dan rasa memiliki.

Syal Persib disebut menjadi simbol keterhubungan antarpendukung yang memperkuat ikatan sosial secara organik.

Klub yang hebat dinilai bukan hanya yang sering mengangkat trofi, tetapi juga yang mampu membuat pendukung merasa diterima dan merasa pulang.

Persib digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan nostalgia, persahabatan, cinta pertama, hingga harapan hidup para pendukungnya.

Kemenangan Persib juga disebut sebagai kemenangan ingatan kolektif masyarakat Bandung yang menjadikan klub tersebut hidup bukan hanya dari trofi, tetapi juga dari kenangan para pendukungnya.

Penulis :
Gerry Eka