HOME  ⁄  Sepakbola

Andoni Iraola Sebut Kartu Merah Ryan Gravenberch Jadi Penyebab Liverpool Kalah Telak 0-3 dari Manchester City

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Andoni Iraola Sebut Kartu Merah Ryan Gravenberch Jadi Penyebab Liverpool Kalah Telak 0-3 dari Manchester City
Foto: (Sumber :Pelatih kepala Liverpool asal Spanyol, Andoni Iraola (C), dan para pemain memberikan tepuk tangan kepada penggemar setelah pertandingan persahabatan pra-musim antara Liverpool dan Monaco di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (9/8/2026). ANTARA/AFP/Darren Staples/aa.)

Pantau - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai kartu merah yang diterima Ryan Gravenberch menjadi titik balik kekalahan timnya dengan skor 0-3 dari Manchester City pada pertandingan Liga Inggris 2026/2027 di Stadion Anfield, Minggu (11/10/2026).

Iraola menyebut Liverpool sebenarnya mampu mengimbangi permainan Manchester City sebelum Gravenberch diusir dari lapangan oleh wasit Chris Kavanagh pada menit ke-62.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, kehilangan satu pemain membuat Liverpool kesulitan mempertahankan permainan hingga akhirnya kebobolan tiga gol dalam waktu 16 menit.

Manchester City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain melalui gol Erling Haaland pada menit ke-65, Jeremy Doku pada menit ke-68, dan Rayan Cherki pada menit ke-78.

“Saya rasa analisisnya cukup jelas. Kami memainkan dua pertandingan yang berbeda: satu sebelum kartu merah dan satu lagi setelahnya hingga pertandingan berakhir. Menurut saya, kami merupakan tim yang lebih baik selama 62 menit pertama sebelum kartu merah. Setelah itu, mereka jelas lebih baik daripada kami dan mencetak gol,” kata Iraola sebagaimana dikutip dari laman resmi Liverpool.

Andoni Iraola Nilai Liverpool Lebih Baik Sebelum Kartu Merah Gravenberch

Andoni Iraola menjelaskan bahwa Liverpool mampu menunjukkan permainan yang kompetitif selama lebih dari satu jam menghadapi Manchester City.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Liverpool berusaha mengendalikan pertandingan dan menciptakan peluang untuk membuka keunggulan.

Kedua tim tampil relatif seimbang sepanjang babak pertama sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Liverpool kembali berusaha meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Manchester City.

Iraola menilai para pemainnya menunjukkan kepercayaan diri dan mampu menjalankan rencana permainan sebelum insiden kartu merah terjadi.

Namun, situasi berubah ketika Ryan Gravenberch melakukan pelanggaran terhadap Jeremy Doku pada menit ke-62.

Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu kuning kedua kepada gelandang asal Belanda tersebut sehingga Liverpool harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Sebelumnya, Gravenberch telah menerima kartu kuning pertama akibat pelanggaran terhadap Elliot Anderson.

Keputusan wasit tersebut membuat Liverpool kehilangan salah satu pemain penting di lini tengah saat pertandingan masih berlangsung tanpa gol.

Iraola mengakui bahwa kondisi tersebut berdampak besar terhadap keseimbangan permainan timnya.

Manchester City kemudian mampu menguasai pertandingan dan menciptakan peluang yang berujung pada tiga gol kemenangan.

Manchester City Cetak Tiga Gol Setelah Liverpool Bermain dengan 10 Pemain

Manchester City langsung meningkatkan tekanan setelah Liverpool kehilangan Ryan Gravenberch pada menit ke-62.

Tim tamu hanya membutuhkan tiga menit untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan membuka keunggulan.

Erling Haaland mencetak gol pertama Manchester City pada menit ke-65 untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Gol tersebut membuat Liverpool harus berusaha mengejar ketertinggalan dalam kondisi kekurangan satu pemain.

Namun, Manchester City kembali mencetak gol hanya tiga menit kemudian melalui Jeremy Doku.

Gol Doku pada menit ke-68 membawa Manchester City unggul 2-0 sekaligus memperbesar tekanan terhadap pertahanan Liverpool.

Liverpool mencoba melakukan perlawanan untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi Manchester City tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

Pada menit ke-78, Rayan Cherki mencetak gol ketiga Manchester City untuk memastikan keunggulan menjadi 3-0.

Tiga gol yang tercipta setelah kartu merah Gravenberch membuat Liverpool gagal mempertahankan hasil imbang yang sebelumnya berlangsung selama 62 menit.

Skor 0-3 bertahan hingga pertandingan berakhir dan Liverpool harus menerima kekalahan di kandang sendiri.

Iraola Tetap Puji Perjuangan Pemain dan Dukungan Suporter Liverpool

Meski Liverpool mengalami kekalahan telak, Andoni Iraola tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.

Menurut Iraola, seluruh pemain telah menunjukkan usaha maksimal untuk menghadapi Manchester City, terutama sebelum Liverpool kehilangan satu pemain.

Ia menilai kekalahan tersebut tidak menghapus perjuangan yang telah ditunjukkan tim sepanjang pertandingan.

“Saya rasa para pemain pantas mendapat pujian hari ini karena mereka telah memberikan segalanya. Para pendukung juga tampil fantastis, sebelum pertandingan, selama pertandingan, dan setelahnya,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Iraola juga menyoroti dukungan suporter Liverpool yang terus memberikan semangat kepada tim sepanjang pertandingan.

Menurutnya, atmosfer Stadion Anfield memberikan energi positif bagi para pemain untuk tampil percaya diri menghadapi Manchester City.

Pelatih Liverpool tersebut bahkan menilai timnya sempat berada dalam periode permainan terbaik sebelum insiden kartu merah Gravenberch.

“Atmosfer dan perasaan yang kami rasakan hingga momen tersebut sangat positif. Mungkin itu merupakan periode terbaik kami, ketika kami menciptakan peluang dan bermain dengan penuh keyakinan. Tentu saja, ketika Anda kalah 0-3, hal itu tidak banyak berarti. Namun, saya rasa momen tersebut tetap penting,” tutur Iraola.

Ia menegaskan bahwa penampilan Liverpool sebelum kartu merah tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi pertandingan.

Liverpool Tertahan di Peringkat Kesembilan Liga Inggris

Kekalahan dari Manchester City menjadi hasil negatif bagi Liverpool dalam persaingan Liga Inggris musim 2026/2027.

Liverpool gagal menambah poin setelah harus mengakui keunggulan Manchester City di Stadion Anfield.

Hasil tersebut membuat Liverpool masih tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.

Sementara itu, Manchester City berhasil mengamankan tiga poin dan memperkuat posisinya di puncak klasemen dengan 18 poin.

Selisih sembilan poin kini memisahkan Liverpool dan Manchester City dalam persaingan papan atas Liga Inggris.

Kekalahan tersebut juga menjadi yang pertama bagi Liverpool sejak ditangani Andoni Iraola.

Liverpool selanjutnya perlu memperbaiki hasil pertandingan untuk mengejar ketertinggalan dari tim-tim yang berada di papan atas klasemen.

Bagi Iraola, pertandingan melawan Manchester City menjadi bahan evaluasi mengenai kemampuan tim mempertahankan keseimbangan permainan ketika menghadapi situasi sulit di lapangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026