
Pantau - Bek Manchester United, Lisandro Martinez, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kritik terbukanya terhadap manajemen klub setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (14/10/2026).
Pemain asal Argentina tersebut mengakui bahwa pernyataannya muncul karena kemarahan dan frustrasi setelah Manchester United kembali gagal meraih kemenangan.
Meski demikian, Martinez menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk tuntutan agar seluruh elemen klub memiliki ambisi lebih besar untuk membawa Manchester United kembali bersaing memperebutkan gelar.
Klarifikasi itu disampaikan Martinez melalui Instagram Story pada Rabu (14/10/2026), setelah pernyataannya mengenai investasi pemain dan kebijakan manajemen menjadi sorotan.
Martinez juga menegaskan bahwa dirinya tetap percaya kepada pelatih Michael Carrick, rekan-rekan setim, dan seluruh pihak yang bekerja untuk memperbaiki performa Manchester United.
Lisandro Martinez Akui Kritik Muncul karena Emosi setelah Kekalahan
Lisandro Martinez menjelaskan bahwa kritiknya terhadap manajemen Manchester United disampaikan dalam kondisi emosional setelah timnya menelan kekalahan dari Atletico Madrid.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi lima pertandingan di semua kompetisi.
Martinez mengaku kecewa karena timnya gagal mendapatkan hasil yang diharapkan meskipun telah berusaha memenangkan pertandingan.
"Setelah pertandingan, saya berbicara karena marah dan frustrasi karena kami tidak mendapatkan hasil yang diinginkan bersama. Orang-orang yang mengenal saya tahu bagaimana saya bermain, dengan gairah, komitmen, dan keinginan besar untuk menang," tulis Martinez melalui Instagram Story.
Pemain berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa sikapnya mencerminkan keinginan untuk melihat Manchester United kembali meraih prestasi.
Martinez tidak secara langsung menyampaikan permintaan maaf atas kritik yang sebelumnya ditujukan kepada manajemen klub.
Namun, ia berusaha meluruskan maksud pernyataannya agar tidak dianggap sebagai serangan terhadap pihak tertentu.
Martinez Tegaskan Manchester United Harus Memiliki Ambisi Lebih Besar
Martinez menyatakan bahwa tuntutannya terhadap manajemen bukan semata-mata mengenai pembelian pemain baru.
Menurutnya, seluruh elemen Manchester United harus memiliki ambisi yang sama untuk meningkatkan kualitas tim dan kembali bersaing di level tertinggi.
"Ketika saya berbicara tentang keinginan untuk mendapatkan lebih, yang saya maksud adalah ambisi yang harus dimiliki oleh kita semua sebagai bagian dari klub ini. Untuk terus berkembang, menjadi lebih kuat, dan memiliki segala yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi," tulisnya.
Martinez menilai peningkatan kualitas skuad menjadi salah satu kebutuhan penting agar Manchester United mampu menghadapi persaingan dengan klub-klub besar lainnya.
Ia juga menekankan bahwa tuntutan untuk berkembang harus berlaku bagi seluruh pihak, termasuk dirinya sendiri sebagai pemain.
"Standar tersebut harus kita terapkan kepada diri sendiri, dimulai dari saya. Saya tahu bahwa, pertama dan terutama, kamilah para pemain yang harus memberikan hasil, dan saya menempatkan diri di garis depan tanggung jawab tersebut," ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Martinez tidak bermaksud membebaskan para pemain dari tanggung jawab atas hasil buruk yang dialami Manchester United.
Kritik Jason Wilcox dan Investasi Pemain Jadi Sorotan
Sebelumnya, Martinez secara terbuka mempertanyakan kebijakan investasi pemain Manchester United setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Stadion Metropolitano.
Dalam wawancara bersama Amazon Prime Video, Martinez meminta jajaran petinggi klub memberikan dukungan lebih besar untuk memperkuat skuad.
Ia membandingkan kondisi Manchester United dengan klub-klub lain yang terus mendatangkan pemain baru demi meningkatkan daya saing.
"Kami menjalani musim luar biasa musim lalu dan sekarang kami mengharapkan lebih dari jajaran petinggi, lebih banyak pemain untuk bersaing karena banyak tim lain juga mendatangkan banyak pemain," kata Martinez.
Bek asal Argentina itu kemudian secara khusus menyinggung Direktur Teknik Manchester United, Jason Wilcox.
"Saya mengharapkan lebih banyak investasi. Seratus persen. Saya mengharapkan lebih dari direktur teknik kami," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Martinez secara langsung menyebut pejabat yang bertanggung jawab dalam struktur pengelolaan teknis klub.
Martinez juga mempertanyakan kebiasaan menyalahkan pelatih ketika Manchester United mengalami penurunan performa.
"Anda tidak bisa terus berganti, berganti, berganti pelatih. Bagaimana dengan bagian lainnya?" ucapnya.
Menurut Martinez, evaluasi terhadap hasil buruk Manchester United seharusnya tidak hanya berfokus pada pemain dan pelatih.
Masa Depan Martinez di Manchester United Dikabarkan Tidak Pasti
Kritik terbuka Martinez terhadap manajemen memunculkan sejumlah laporan mengenai kemungkinan konsekuensi yang akan diterimanya.
Sky Sports melaporkan bahwa masa depan Martinez di Manchester United menjadi tidak pasti setelah pernyataannya tersebut.
Selain itu, muncul laporan bahwa seorang rekan setim sempat mengonfrontasi Martinez dalam penerbangan pulang dari Spanyol.
Situasi tersebut menambah perhatian terhadap kondisi internal Manchester United yang sedang menghadapi tekanan akibat rentetan hasil buruk.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan klub kepada Martinez.
Dalam klarifikasinya, Martinez menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk membantu Manchester United memperbaiki performa.
Martinez Tegaskan Dukungan kepada Michael Carrick dan Rekan Setim
Martinez juga menggunakan klarifikasinya untuk menegaskan kepercayaan terhadap Michael Carrick yang sedang menghadapi tekanan sebagai pelatih Manchester United.
Ia menyatakan bahwa seluruh anggota tim harus tetap bekerja sama untuk mengatasi situasi sulit yang sedang dihadapi klub.
"Saya percaya kepada rekan-rekan setim, manajer kami, dan semua orang yang bekerja untuk membantu klub ini bergerak maju. Saya yakin jalan ke depan adalah terus bekerja bersama, dengan ambisi dan komitmen," tulisnya.
Martinez menegaskan bahwa kerja sama antara pemain, pelatih, dan manajemen menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan Manchester United ke jalur kemenangan.
Ia juga memastikan bahwa tujuan pribadinya bersama Manchester United tidak berubah sejak pertama kali bergabung dengan klub.
"Tujuan saya tidak pernah berubah sejak hari pertama, yaitu menang, bersaing di level tertinggi, dan memberikan segalanya untuk lambang klub ini," tulisnya.
Manchester United Bersiap Hadapi Leeds United pada 18 Oktober
Setelah mengalami lima pertandingan tanpa kemenangan, Manchester United dijadwalkan menghadapi Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Elland Road pada Minggu (18/10/2026).
Laga melawan Leeds menjadi kesempatan bagi Manchester United untuk menghentikan rentetan hasil negatif di berbagai kompetisi.
Michael Carrick dijadwalkan memberikan keterangan kepada media pada Jumat (16/10/2026) menjelang pertandingan tersebut.
Keterangan Carrick juga berpotensi menjadi perhatian setelah munculnya kritik Martinez terhadap manajemen klub.
Sementara itu, Martinez telah menegaskan kembali komitmennya untuk membantu Manchester United meraih kemenangan dan bersaing di level tertinggi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




