Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Cambridge Perbarui Kurikulum Digital Literacy untuk Bekali Siswa Hadapi Era AI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cambridge Perbarui Kurikulum Digital Literacy untuk Bekali Siswa Hadapi Era AI
Foto: (Sumber : Cambridge Primary and Lower Secondary Digital Literacy curricula goes beyond teaching children how to use technology.)

Pantau - Divisi Internasional Cambridge University Press & Assessment mengumumkan transformasi besar kurikulum Cambridge Primary dan Lower Secondary Digital Literacy untuk mendorong kedewasaan digital siswa dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan.

Pembaruan kurikulum ini disebut sebagai langkah progresif untuk membekali anak-anak agar mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta ikut membentuk teknologi dan bukan sekadar menggunakannya.

Kurikulum yang dirancang untuk pelajar usia 5 hingga 14 tahun itu tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan teknis menggunakan perangkat digital.

Versi terbaru Cambridge Primary Digital Literacy dan Lower Secondary Digital Literacy memupuk kedewasaan digital atau digital maturity dengan membekali siswa kemampuan menilai, berpikir kritis, serta percaya diri menentukan mengapa, kapan, dan bagaimana teknologi digunakan.

Materi baru juga mencakup keseimbangan kehidupan daring dan nyata atau online wellbeing serta pentingnya kecerdasan manusia di era AI.

Materi Baru dan Fokus Adaptif

Kurikulum mengeksplorasi peran AI dalam mendukung komunikasi multimoda untuk berbagai audiens dan platform serta mendorong dialog terstruktur dengan sistem AI guna memperdalam riset dan pemikiran kritis.

Sebanyak 55 persen fokus diarahkan pada penguatan literasi media, evaluasi keandalan sumber informasi, dan fenomena echo chamber dalam menilai informasi dari AI.

Topik lain mencakup keselamatan daring dan perundungan siber, pembangunan komunitas digital, tanggung jawab pribadi dalam penggunaan AI, perbedaan kecerdasan manusia dan buatan, hubungan parasosial digital, hingga penyusunan laporan dan presentasi dengan tetap menjadi penulis utama.

Kurikulum juga mendorong kesiapan menghadapi teknologi masa depan melalui evaluasi kritis terhadap inovasi yang berkembang.

Penilaian Formatif dan Peran Guru

Penulis kurikulum Beverly Clarke MBE menekankan pentingnya peran pendidik dalam membimbing siswa memahami AI secara kritis.

"Tenaga pendidik harus membantu siswa berpikir secara mendalam dan kritis tentang AI serta hubungan mereka dengan AI. Kurikulum Cambridge yang telah direvisi ini membantu pihak sekolah berinteraksi dengan AI secara positif, proaktif, dan berdasarkan pemahaman yang tepat, dilengkapi materi yang sesuai usia untuk membangun kepercayaan diri, rasa ingin tahu, dan pola pikir kritis siswa di dunia yang semakin didukung AI," ujarnya.

Guru Literasi Digital di Savremena osnovna škola Beograd Serbia Nadja Djordjevic turut memberikan pandangan setelah mempelajari kurikulum terbaru.

"Saya sangat menghargai topik tentang risiko seperti meningkatnya plagiarisme akibat perkembangan AI, serta etika pribadi bagi untuk pembuat konten maupun pengembang AI. Hal-hal tersebut sangat penting dalam dunia kreatif menempatkan AI sebagai sarana pendukung sekaligus menjaga keaslian dan ekspresi manusia," katanya.

Sekolah dapat mengajarkan Literasi Digital sebagai mata pelajaran terpisah atau mengintegrasikannya dalam mata pelajaran lain sesuai kebutuhan masing-masing.

Kurikulum ini tidak memiliki penilaian formal dan siswa menerima umpan balik formatif melalui diskusi dan observasi serta harus membuktikan kepemilikan dan pemahaman atas karya mereka terutama saat menggunakan AI.

Kurikulum tersedia gratis bagi sekolah terdaftar yang menawarkan Cambridge Primary dan Lower Secondary dan siap digunakan segera.

Penulis :
Ahmad Yusuf