
Pantau - OpenAI resmi mengumumkan akan menghentikan operasional aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan artifisial, Sora, meski layanan tersebut baru diluncurkan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan tim Sora di media sosial tanpa penjelasan rinci terkait alasan penghentian layanan tersebut.
"Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih," demikian pernyataan tim Sora.
Mereka juga menambahkan, "Kami akan segera membagikan lebih banyak, termasuk jadwal untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara menyimpan karya pengguna".
Keputusan ini muncul tidak lama setelah berakhirnya kerja sama antara OpenAI dan Disney yang sebelumnya memungkinkan penggunaan lebih dari 200 karakter populer dalam pembuatan video berbasis AI.
Disney menyatakan tetap menghargai kolaborasi yang telah terjalin, namun memilih mengalihkan fokus pada pengembangan lain yang lebih sesuai.
"Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara tim kami dan apa yang kami pelajari darinya, dan kami akan terus terlibat dengan platform AI untuk menemukan cara baru untuk bertemu penggemar di tempat mereka berada sambil secara bertanggung jawab merangkul teknologi baru yang menghormati IP dan hak-hak para pencipta", demikian pernyataan perwakilan Disney.
Sejak diperkenalkan pada 2024, Sora sempat memicu perhatian luas karena kemampuannya menghasilkan video realistis dari perintah teks.
Namun, teknologi ini juga menuai kritik, terutama terkait penggunaan konten berhak cipta dalam proses pelatihan model AI.
Sejumlah pihak industri kreatif, termasuk kelompok konten Jepang, sempat meminta OpenAI menghentikan penggunaan karya mereka dalam pengembangan Sora.
Dengan penghentian aplikasi ini, layanan ChatGPT juga tidak lagi akan menghasilkan video berbasis teks seperti sebelumnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







