HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Robot Humanoid China Melaju Pesat, Tembus Rekor dan Dominasi Industri Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Robot Humanoid China Melaju Pesat, Tembus Rekor dan Dominasi Industri Global
Foto: (Sumber : Insinyur melakukan eksperimen dengan satu robot humanoid di "Guangdong Power Grid Robotics Laboratory", Guangzhou pada Kamis (16/4). ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Perkembangan robot humanoid China menunjukkan lonjakan signifikan setelah robot “Lightening” mencetak rekor dalam ajang Beijing E-Town Half Marathon 2026 dengan menempuh jarak 21,1 kilometer dalam waktu 50 menit 26 detik.

Rekor Baru dan Kemajuan Teknologi

Robot buatan perusahaan turunan Huawei, Honor, itu bahkan melampaui rekor pelari manusia yang sebelumnya dipegang Jacob Kiplimo dengan waktu 57 menit 20 detik.

Insinyur Honor Du Xiaodi menyebut pengembangan robot tersebut dilakukan selama satu tahun dengan dukungan teknologi pendingin dan sambungan canggih.

Ia mengungkapkan, "humanoid seperti “Kilat” akan membawa perubahan besar pada industri, meski saat ini masih dalam tahap awal pengembangan."

Secara teknis, robot ini memiliki tinggi sekitar 170 cm dengan sistem torsi hingga 400 Nm serta pendingin cair lebih dari 4 liter per menit untuk menjaga stabilitas saat berlari.

Ajang ini juga diikuti lebih dari 100 robot, dengan sebagian mampu berlari secara otonom tanpa kendali jarak jauh.

Dominasi Industri dan Ekosistem China

Pertumbuhan pesat ini didukung infrastruktur teknologi seperti layanan navigasi presisi tinggi dan jaringan 5G-Advanced yang memungkinkan respons cepat hingga milidetik.

Data perusahaan riset Omdia menunjukkan ekspor robot humanoid global mencapai 13.000 unit pada 2025, dengan China menyumbang sekitar 90 persen.

Selain itu, perusahaan China menguasai enam posisi teratas dalam pengiriman robot humanoid secara global.

Strategi pengembangan industri robotika China dinilai mirip dengan sektor kendaraan listrik, yakni membangun rantai pasok kuat, mendorong inovasi, serta menyediakan produk dalam berbagai harga.

Biaya pengembangan di Shenzhen juga relatif efisien, yakni sekitar 2 juta RMB atau sekitar 282.000 dolar AS, berkat ketersediaan komponen dan kemampuan teknik yang matang.

Perkembangan ini menegaskan posisi China sebagai pemain utama dalam industri robot humanoid global dengan dukungan ekosistem teknologi yang terintegrasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf