
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia harus dilandasi nilai etika dalam sebuah forum di Jakarta, Rabu (22/4).
Pentingnya Etika dan Keunggulan Manusia
Stella Christie menyatakan kemampuan berpikir abstrak manusia menjadi keunggulan utama yang tidak boleh hilang di tengah pesatnya perkembangan AI.
"Kemampuan kita untuk membuat abstraksi dan memahami konsep dari sedikit data adalah sesuatu yang tidak boleh hilang. Ini harus dijaga dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, karena ini adalah keunggulan kita dibandingkan AI," ungkapnya.
Ia menjelaskan AI sangat bergantung pada data dalam jumlah besar, sementara manusia mampu memahami konsep secara mendalam dari pengalaman terbatas.
Menurutnya, sistem pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan konseptual, bukan sekadar keterampilan teknis.
AI sebagai Peluang dan Tantangan
Stella menyebut perkembangan AI saat ini masih memunculkan pro dan kontra di masyarakat karena memiliki dampak positif dan negatif.
"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar berpikir dan berkontribusi pada pengetahuan baru demi kemanusiaan. Ini adalah tugas utama pendidikan tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan AI berpotensi menimbulkan ancaman seperti keamanan siber dan informasi tidak akurat, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai alat verifikasi informasi dan pemerataan akses pendidikan.
Pengembangan AI di Indonesia, lanjutnya, harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasional serta membantu menyelesaikan masalah kompleks berbasis data.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








