
Pantau - Chief Executive Officer (CEO) Meta Mark Zuckerberg mengakui pengembangan agen kecerdasan artifisial (AI) di perusahaannya belum berkembang secepat yang diharapkan para eksekutif meski perusahaan telah melakukan investasi besar dan restrukturisasi organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Zuckerberg dalam pertemuan internal perusahaan sebagaimana dilaporkan TechCrunch pada Kamis (2/7) waktu setempat.
Pengembangan Agen AI Dinilai Belum Optimal
Agen AI merupakan sistem kecerdasan artifisial yang mampu memahami instruksi, menyusun rencana, dan menyelesaikan tugas secara otonom sesuai perintah pengguna.
Menurut Zuckerberg, pengembangan teknologi tersebut di Meta belum menunjukkan percepatan sebagaimana proyeksi awal perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan beberapa bulan setelah Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya.
Selain melakukan pengurangan karyawan, Meta juga memindahkan sekitar 7.000 pegawai ke berbagai divisi AI, termasuk tim yang dikenal sebagai Agent Transformation.
Restrukturisasi Belum Beri Hasil Maksimal
Dalam pertemuan tersebut, Zuckerberg menilai proses restrukturisasi perusahaan tidak berjalan sebaik yang diharapkan.
Ia menyebut langkah tersebut diambil karena para petinggi Meta khawatir perusahaan tidak bergerak cukup cepat mengikuti perubahan lanskap industri teknologi yang berkembang pesat.
Zuckerberg juga menyampaikan manfaat dari struktur organisasi baru yang berfokus pada AI belum sepenuhnya terwujud hingga saat ini.
Meski demikian, ia optimistis investasi dan reorganisasi yang dilakukan perusahaan akan mulai menunjukkan dampak positif dalam tiga hingga enam bulan ke depan.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menggambarkan tim AI Meta yang baru dibentuk sebagai lingkungan kerja dengan tekanan tinggi berdasarkan kesaksian beberapa insinyur.
Meta dilaporkan menginvestasikan dana hingga 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.601 triliun untuk pembangunan infrastruktur AI sepanjang tahun ini.
- Penulis :
- Aditya Yohan





