
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengajak generasi muda membangun demokrasi yang dinamis untuk menghadapi berbagai tantangan baru pada era digital, mulai dari disinformasi, polarisasi, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi ruang demokrasi.
Nezar Patria mengatakan tantangan Indonesia setelah 28 tahun reformasi tidak lagi sebatas menjaga kebebasan, tetapi juga memastikan demokrasi mampu menghadirkan kesejahteraan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Hari-hari ini teknologi itu memberikan banyak hal kepada kita yang memperluas demokrasi, tapi juga dia bisa memperlebar konflik," ungkap Nezar dalam Diskusi Pemuda bertema "28 Tahun Reformasi: Perjuangan Masa Lalu, Kini, dan Esok" di Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan media sosial membawa banyak manfaat, namun juga berpotensi memicu polarisasi, disinformasi, politik identitas, serta menciptakan echo chamber akibat pengaruh algoritma.
"Kita melihat media sosial punya potensi untuk membuat polarisasi, disinformasi, mempertajam politik identitas, dan menjadi echo chamber, di mana sebetulnya apa yang kita teriakkan itu bergema kembali, memantul ke kita sendiri, karena algoritma memang membuatnya demikian," ujarnya.
Nezar menambahkan, "Informasi yang muncul di media sosial itu tidak penting benar atau salah, tapi Anda suka atau tidak suka, Anda punya sentimen atau tidak. Jadi, yang digerakkan adalah sentimen bukan fakta."
Meski menghadapi berbagai tantangan, Nezar optimistis demokrasi Indonesia akan terus berkembang karena mayoritas penduduk berada pada kelompok usia yang tumbuh dalam era kebebasan demokrasi.
Menurutnya, penduduk berusia 15 hingga 55 tahun mencapai hampir 60 persen dari total populasi Indonesia.
"Kalau dilihat ini adalah usia generasi yang menikmati kebebasan demokrasi, yang menginternalisasi soal kebebasan ini, dan menjadi referensi dalam setiap tindakan-tindakan politiknya," katanya.
Nezar mengajak generasi muda menjadikan perjalanan reformasi selama 28 tahun sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan demokrasi pada masa depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





