
Pantau - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat perbaikan kabel optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai yang mengalami putus serat optik sebagian guna mencegah gangguan layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah kepulauan di Sulawesi Utara.
Percepatan Restorasi dan Mitigasi Layanan
Perbaikan dilakukan sebagai langkah preventif karena kerusakan belum menyebabkan putus total jaringan.
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Kemkomdigi Darien Aldiano mengatakan, “Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia.”
Kemkomdigi juga melakukan mitigasi melalui optimalisasi layanan akses internet yang telah tersedia serta berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi agar masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh akses komunikasi selama proses perbaikan berlangsung.
Berdasarkan hasil pemantauan teknis, anomali pada jalur kabel laut diduga terjadi setelah aktivitas tektonik berupa gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan beberapa gempa kuat lain yang terjadi di segmen Melonguane–Morotai.
Kerusakan terdeteksi berada di kedalaman sekitar 3.400 meter dengan jarak sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai.
Kondisi tersebut membuat proses perbaikan membutuhkan kapal khusus yang memiliki kemampuan deep-sea cable laying and jointing.
Jadwal Perbaikan dan Wilayah Terdampak
Gangguan berdampak langsung pada Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, BAKTI, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi, dan berbagai pemangku kepentingan, telah disepakati pembaruan jadwal kerja atau Plan of Work.
Kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan izin pelayaran diselesaikan.
Periode kritis pemutusan layanan selama pekerjaan teknis diperkirakan berlangsung sekitar 12 hari.
Layanan ditargetkan kembali pulih sepenuhnya pada 11 Agustus 2026 apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Selama masa restorasi, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses internet yang tersebar di wilayah terdampak melalui satelit SATRIA-1.
Sebanyak 106 titik berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas bandwidth menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi.
Tim teknis juga terus memantau pengalaman pengguna secara berkala agar layanan browsing dan komunikasi digital tetap berjalan optimal selama proses restorasi berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





