HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Peneliti Mengembangkan Sistem Beton yang Bisa Membentuk Struktur dalam 14 Detik dan Menekan Emisi Karbon

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Peneliti Mengembangkan Sistem Beton yang Bisa Membentuk Struktur dalam 14 Detik dan Menekan Emisi Karbon
Foto: (Sumber :Ilustrasi - struktur tiang beton. ANTARA FOTO/Jojon/18.)

Pantau - Peneliti mengembangkan sistem beton yang dapat terpasang secara mandiri dan membentuk struktur dalam hitungan detik sekaligus berpotensi mengurangi emisi karbon serta biaya material konstruksi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Engineering tersebut memperkenalkan jenis bekisting konstruksi baru yang dapat dikirim ke lokasi proyek dalam bentuk ringkas sebelum mengembang secara otomatis ketika beton dituangkan.

Dalam demonstrasi, para peneliti membangun struktur beton bertulang setinggi 2,36 meter dengan diameter dasar 2,4 meter yang dapat mengembang sepenuhnya hanya dalam waktu 14 detik.

Sistem Mengembang Otomatis saat Beton Dituangkan

Sistem tersebut menggunakan tabung fleksibel berisi kabel baja yang berfungsi memperkuat beton.

Tekanan dari beton yang dituangkan membuat tabung-tabung tersebut mengembang hingga membentuk struktur sesuai rancangan.

Cara tersebut dapat mengurangi sebagian besar pekerjaan manual yang biasanya diperlukan untuk merakit dan membongkar sistem bekisting berukuran besar dalam proyek konstruksi.

Hasil pengujian menunjukkan selubung polimer yang mengelilingi tabung mampu meningkatkan kapasitas daya dukung kolom beton sekitar tiga kali lipat.

Emisi Karbon dan Biaya Material Berpotensi Turun

Para peneliti memperkirakan produksi bekisting baru tersebut dapat mengurangi emisi karbon terkait sekitar 50 persen.

Biaya material sistem tersebut juga diperkirakan sekitar 94 persen lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan bekisting kayu konvensional.

Teknologi itu dinilai dapat diterapkan dalam pembangunan gedung dan berbagai infrastruktur.

Para peneliti juga menyebut sistem tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menyediakan hunian darurat serta mendukung konstruksi di daerah terpencil.

Penulis :
Aditya Yohan