HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Pemkot Bandung Bangun TPOS Gedebage, Targetkan Olah 300 Ton Sampah per Hari pada 2027

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Bandung Bangun TPOS Gedebage, Targetkan Olah 300 Ton Sampah per Hari pada 2027
Foto: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

Pantau - Pemerintah Kota Bandung menargetkan Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPOS) Gedebage rampung pada 2027 dengan kapasitas pengolahan hingga 300 ton sampah per hari sebagai solusi memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Pembangunan fasilitas di kawasan Gedebage itu dilakukan Pemkot Bandung melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Badan Pengelola Investasi Danantara.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan fasilitas tersebut akan memanfaatkan teknologi baru dalam mengolah sampah.

"Dalam hal ini, kami akan membangun satu fasilitas pengolahan sampah dengan menggunakan sebuah teknologi yang baru," ujar Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Minggu (23/8/2026).

Pemkot Bandung bersama pihak terkait telah melakukan survei dan menilai kawasan Gedebage layak menjadi lokasi fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Bandung Siapkan Solusi Sambil Menunggu TPA Legok Nangka

Farhan mengatakan pembangunan TPOS Gedebage menjadi salah satu langkah cepat pemerintah kota karena Bandung tidak mempunyai tempat pemrosesan akhir sendiri.

"Terus terang Kota Bandung itu satu-satunya ibu kota provinsi yang tidak punya TPA. Jadi kami sangat tergantung kepada TPA-TPA yang dibangun oleh provinsi, baik yang di Sarimukti maupun yang sekarang sedang dibangun di Legok Nangka," katanya.

Pembangunan TPA Legok Nangka masih membutuhkan waktu sehingga Pemkot Bandung berupaya menyiapkan alternatif pengelolaan sampah selama menunggu fasilitas tersebut beroperasi.

"Waktu itu, Pak Gubernur memberikan pekerjaan rumah. Sambil menunggu tiga tahun Legok Nangka jadi, kalian bisa bikin apa? Nah, ini salah satu terobosan yang kami lakukan," ujarnya.

Farhan menargetkan pembangunan dan persiapan TPOS Gedebage dapat dipercepat sehingga fasilitas mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.

Sampah Akan Diolah Menjadi Bahan Bakar Industri

Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan teknologi yang disiapkan menggunakan konsep pengolahan sampah secara terdesentralisasi agar sampah tidak seluruhnya dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

"Ini adalah solusi yang kita sebut desentralisasi. Artinya tidak perlu dibawa ke TPA, tempat penimbunan akhir, tapi kita selesaikan di regional masing-masing," kata Sigit.

Teknologi tersebut akan mengolah sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), yakni material dengan nilai kalor tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk refinery, pabrik, dan boiler.

Konsep itu diharapkan mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan sektor industri.

Sigit mengatakan teknologi yang digunakan juga harus memenuhi aspek lingkungan dan sosial, termasuk mencegah munculnya bau yang mengganggu warga sekitar.

"Kita pastikan teknologi yang kita pilih adalah teknologi yang ter-contained dan ter-capture sehingga tidak ada bau yang mengganggu lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka