
Pantau - TNI Angkatan Laut dinilai perlu menyiapkan kru khusus untuk mengoperasikan kapal selam Scorpene yang sedang dibangun PT PAL Indonesia bersama Naval Group karena kapal tersebut memiliki teknologi berbeda dibandingkan kapal selam yang selama ini dioperasikan Indonesia.
Mantan Asisten Perencanaan dan Pertahanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI (Purn) Iwan Isnurwanto mengatakan perbedaan teknologi membuat kemampuan awak Scorpene juga harus dipersiapkan secara khusus.
"Untuk personel pengawak Scorpene kemampuannya berbeda dengan kapal selam TNI AL lain yakni Nagapasa Class dan Cakra Class. Salah satunya karena ada teknologi Lithium-Ion Battery di kapal selam Scorpene sehingga kemampuannya harus disiapkan," kata Iwan saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Teknologi Baterai Scorpene Berbeda
Teknologi Lithium-Ion Battery memungkinkan Scorpene memiliki daya tahan di bawah air sekitar tujuh hingga 10 hari dengan kapasitas energi tiga kali lebih besar dibandingkan Nagapasa Class dan Cakra Class.
Penggunaan baterai tersebut juga memungkinkan pengisian daya berlangsung lebih singkat sekitar dua hingga tiga jam.
Tenaga dari baterai itu disebut mampu membuat kapal selam bergerak dengan kecepatan konstan meski kapasitas baterai tersisa 20 persen.
Iwan menjelaskan keunggulan tersebut berasal dari teknologi mesin dan baterai yang sebelumnya belum digunakan pada kapal selam milik TNI AL sehingga pendidikan calon kru menjadi penting.
"Berarti harus mengambil calon kru dari personel yang ada di (kapal selam) Nagapasa Class atau di Cakra Class, sehingga mereka disekolahkan agar mengoperasikan Scorpene Class," ujarnya.
Calon kru perlu mempelajari berbagai aspek teknis pengoperasian kapal, prosedur menghadapi keadaan darurat, serta menjalani latihan praktik.
"Karena dibangunnya di PT PAL, latihannya di mana? On site training-nya di sini yakni PT PAL atau di Prancis selaku asal perusahaan yang memproduksi Scorpene)," ujar Iwan.
TNI AL Telah Menyiapkan Satgas Scorpene
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan TNI AL telah menyiapkan satuan tugas khusus yang nantinya dilatih untuk mengoperasikan Scorpene.
"Untuk Scorpene ini kita sudah menyiapkan satgasnya, tapi memang belum kita terbitkan surat perintahnya, orang-orangnya sudah kita siapkan," kata Ali saat ditemui di Kesatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).
TNI AL juga mempersiapkan kebutuhan PT PAL dalam proses pembangunan kapal, termasuk menunjuk kepala proyek dari TNI AL yang bertugas di perusahaan tersebut.
"PT PAL juga sudah kita bangun, nanti itu fasilitas untuk mengangkat kapal selam dari darat ke laut maupun dari laut ke darat, itu sedang kita siapkan," kata Ali.
Kapal selam Scorpene dirakit PT PAL bersama Naval Group asal Prancis di Surabaya dengan proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama delapan tahun.
- Penulis :
- Gerry Eka



