
Pantau - Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari secara lebih mandiri, mulai dari berbelanja, mengirim email, hingga merencanakan perjalanan.
Berdasarkan laporan Engadget pada Selasa (8/9) waktu setempat, Muse mempunyai kemampuan lebih canggih dibandingkan Meta AI karena dapat menjalankan pekerjaan kompleks setelah menerima instruksi dari pengguna.
Meta AI pada dasarnya berfungsi menjawab pertanyaan atau membantu pengguna mengerjakan tugas tertentu, sedangkan Muse dirancang untuk menyusun dan menjalankan serangkaian pekerjaan tanpa harus terus-menerus mendapatkan arahan.
Pengguna cukup memberikan informasi mengenai pekerjaan yang ingin dilakukan, kemudian Muse dapat menyusun rencana serta mengatur waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Muse Bisa Belanja dan Terhubung dengan Berbagai Layanan
Kemampuan Muse dalam menjalankan pekerjaan bergantung pada akses yang diberikan pengguna terhadap layanan dan informasi yang dibutuhkan.
Agen AI tersebut dapat terhubung dengan berbagai layanan milik Meta maupun aplikasi pihak ketiga, termasuk Google Workspace, Ticketmaster, OpenTable, Spotify, dan Apple Health.
Muse juga dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga yang menyediakan application programming interface (API) publik sehingga cakupan tugas yang dapat dikerjakannya menjadi lebih luas.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Muse mengumpulkan video resep yang sebelumnya disimpan di Instagram dan Facebook.
Setelah video terkumpul, Muse dapat menyusun informasi di dalamnya agar lebih mudah dibaca dan membuat daftar bahan yang diperlukan berdasarkan kumpulan resep tersebut.
Muse selanjutnya dapat membandingkan harga berbagai bahan hingga membantu pengguna melakukan pemesanan secara daring.
Kemampuan tersebut memungkinkan Muse mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tahapan, terutama apabila pengguna memberikan akses terhadap lebih banyak layanan dan informasi pribadi.
Meta Siapkan Sistem Keamanan untuk Muse
Kemampuan Muse menjalankan tindakan atas nama pengguna membuat sejumlah pekerjaan membutuhkan tingkat kepercayaan dan akses yang lebih tinggi.
Meta menyatakan telah menyiapkan sistem keamanan untuk mencegah Muse melakukan tindakan yang tidak diinginkan sekaligus melindungi data pengguna.
Muse akan meminta persetujuan pengguna sebelum melakukan tindakan tertentu yang mempunyai dampak langsung terhadap data mereka, termasuk mengirim email dan menyelesaikan pembelian.
Sementara itu, pekerjaan yang dinilai memiliki risiko rendah dapat dilakukan Muse tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan pengguna.
Dalam aspek perlindungan data, Meta memberikan pilihan kepada pengguna untuk tidak mengizinkan percakapan mereka digunakan sebagai bahan pelatihan AI.
Meta juga menegaskan isi percakapan pengguna dengan Muse tidak akan dibagikan kepada sistem periklanan perusahaan.
Muse dijalankan menggunakan mesin virtual khusus yang dirancang untuk memisahkan agen dan data yang dapat diakses setiap pengguna sehingga tidak tercampur dengan data pengguna lain.
Meski telah menerapkan berbagai mekanisme keamanan, Meta mengakui Muse masih memiliki kemungkinan melakukan kesalahan.
Meta berharap sistem keamanan yang disiapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan sekaligus membatasi dampaknya apabila kesalahan tetap terjadi.
Muse Bakal Hadir di WhatsApp dan Kacamata Pintar
Muse menjadi bagian dari ambisi Meta mengembangkan agen AI yang dapat membantu pengguna menjalankan berbagai aktivitas, termasuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tahapan.
Meta bahkan membayangkan agen AI seperti Muse dapat terus bekerja di latar belakang sistem untuk membantu menyelesaikan tugas pengguna.
Perusahaan juga berencana menghadirkan Muse di WhatsApp dan kacamata pintar sehingga pengguna dapat memanfaatkan agen AI tersebut ketika sedang bepergian.
Integrasi tersebut diharapkan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan Muse tanpa harus selalu membuka komputer atau ponsel.
Meta menyatakan sebagian besar kebutuhan pengguna melalui Muse nantinya dapat dipenuhi secara gratis, sedangkan akses terhadap kemampuan yang lebih canggih kemungkinan tersedia melalui layanan berbayar.
- Penulis :
- Leon Weldrick




