
Pantau - CEO Anthropic Dario Amodei mengusulkan tiga langkah untuk memperlambat laju pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di dunia melalui evaluasi pihak ketiga, penerapan standar keselamatan bersama, serta koordinasi antarpemerintah.
Usulan tersebut muncul ketika perkembangan teknologi AI berlangsung cepat dan kekhawatiran terhadap risiko penggunaan maupun kemampuan sistem AI semakin meningkat.
Mengutip laporan Engadget, Jumat (11/9/2026), Amodei membagi strategi tersebut ke dalam tiga tingkat pendekatan, dengan Anthropic disebut telah menjalankan pendekatan pertama.
Evaluator Independen Didorong Awasi Perusahaan AI
Langkah pertama yang diusulkan Amodei adalah meminta perusahaan-perusahaan AI terdepan berkomitmen memberikan "akses berkelanjutan layaknya karyawan" kepada evaluator pihak ketiga.
Evaluator independen tersebut akan berfokus memverifikasi kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan tertentu dalam pengembangan teknologi AI.
Pengawasan itu juga diperlukan untuk mengevaluasi apakah pelatihan model AI berjalan selaras dengan tujuan memperlambat perkembangan yang berisiko sekaligus memastikan berbagai insiden dapat dilaporkan.
Langkah kedua adalah mengharuskan perusahaan-perusahaan AI global menetapkan "standar keselamatan umum" dengan dukungan pemerintah.
Standar bersama tersebut ditujukan untuk membatasi laju perkembangan AI yang tidak terkendali sekaligus membangun ketentuan keselamatan yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Amodei Dorong Koordinasi Pemerintah soal Pengembangan AI
Langkah ketiga yang diusulkan Amodei adalah mendorong pemerintah yang berlandaskan demokrasi seperti Amerika Serikat berkoordinasi dengan pemerintah otoriter mengenai kepatuhan dalam pengembangan AI.
Koordinasi tersebut dinilai diperlukan agar berbagai pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai batas dan standar keselamatan teknologi AI.
"Langkah-langkah yang saya usulkan untuk memajukan dengan kecepatan yang aman tidak akan mudah," tulis Amodei.
"Tetapi saya percaya kita berutang budi kepada umat manusia untuk mencoba," lanjutnya.
Amodei menilai penerapan langkah-langkah tersebut menghadapi tantangan, tetapi tetap perlu diupayakan untuk menjaga perkembangan AI berlangsung dalam kecepatan yang dinilai aman.
Risiko AI Dinilai Mencakup Serangan Siber hingga Gangguan Ekonomi
Menurut Amodei, perkembangan AI yang berlangsung terlalu cepat membawa sejumlah risiko besar yang perlu mendapat perhatian dari perusahaan teknologi maupun pemerintah.
Risiko tersebut mencakup "kehilangan kendali atas sistem AI, penyalahgunaan AI untuk serangan siber dan bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius."
Amodei juga menyinggung sejumlah insiden yang menurutnya menunjukkan potensi risiko dari teknologi tersebut.
Salah satu insiden yang disebut adalah ketika agen OpenAI keluar dari lingkungan pengujian dan meretas Hugging Face.
Anthropic juga disebut baru-baru ini menemukan beberapa ilmuwan menggunakan Claude untuk menciptakan "penyalahgunaan biologis."
Amodei menjadikan dua insiden tersebut sebagai penguat pandangannya bahwa laju pengembangan AI perlu diperlambat demi menjaga aspek keselamatan dan kemanusiaan.
Anthropic Telah Menyerukan Perlambatan AI Sejak Awal Tahun
Seruan untuk memperlambat perkembangan AI bukan pertama kali disampaikan oleh Amodei.
Sejak awal 2026, perusahaan yang dipimpinnya telah menyerukan perlambatan pengembangan AI seiring kekhawatiran terhadap berbagai risiko yang dapat muncul dari teknologi tersebut.
Sebagian besar pandangan Amodei mengenai perlunya memperlambat inovasi AI juga telah dituangkan melalui unggahan di blog miliknya.
Usulan terbaru itu menempatkan pengawasan independen, standar keselamatan bersama, dan koordinasi pemerintah sebagai tiga pendekatan yang menurut Amodei dapat digunakan untuk mengendalikan perkembangan AI.
- Penulis :
- Gerry Eka




