HOME  ⁄  Teknologi & Sains

X Corp dan SpaceXAI Cabut Gugatan Antimonopoli terhadap Apple, Tuntutan kepada OpenAI Berlanjut

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

X Corp dan SpaceXAI Cabut Gugatan Antimonopoli terhadap Apple, Tuntutan kepada OpenAI Berlanjut
Foto: (Sumber :CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU.).)

Pantau - Perusahaan milik Elon Musk, X Corp dan SpaceXAI, mengajukan permohonan untuk mencabut gugatan antimonopoli terhadap Apple di pengadilan federal Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Engadget pada Senin (14/9/2026) waktu setempat, perkara tersebut telah diselesaikan di pengadilan federal Texas.

Alasan penghentian perkara belum diketahui, termasuk apakah pihak-pihak yang terlibat telah mencapai kesepakatan tertentu.

Gugatan Berawal dari Integrasi ChatGPT

X Corp dan SpaceXAI mengajukan gugatan pada tahun lalu dengan menuduh Apple melanggar aturan antimonopoli.

Persoalan tersebut berkaitan dengan integrasi fitur ChatGPT ke layanan kecerdasan artifisial (AI) Apple Intelligence yang dinilai X Corp dan SpaceXAI memberikan keuntungan kepada OpenAI serta menghambat persaingan dari layanan lain.

Dalam gugatannya, X Corp dan SpaceXAI juga menuduh Apple dan OpenAI bekerja sama menghambat produk xAI seperti chatbot Grok.

Apple turut dituding tidak memberikan ruang promosi yang cukup bagi aplikasi X dan Grok di App Store.

Perusahaan milik Elon Musk tersebut sebelumnya menilai kerja sama Apple dengan OpenAI menyebabkan aplikasi X dan Grok kurang mendapatkan sorotan di App Store.

Pada saat yang sama, sejumlah aplikasi AI pesaing OpenAI, termasuk DeepSeek dan Perplexity, sempat menempati posisi teratas dalam daftar aplikasi di App Store.

Tuntutan terhadap OpenAI Disebut Berlanjut

OpenAI turut menjadi pihak yang disebut dalam gugatan tersebut.

Meski perkara terhadap Apple dihentikan, X Corp dan SpaceXAI disebut masih akan melanjutkan tuntutannya terhadap OpenAI.

Di luar perkara tersebut, SpaceXAI juga menghadapi gugatan lain yang berkaitan dengan Grok.

Perusahaan itu dituduh gagal mencegah penyalahgunaan chatbot untuk menghasilkan ribuan gambar bermuatan eksploitasi seksual anak serta gambar intim palsu tanpa persetujuan.

Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh otoritas berwenang di California.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026