HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Thailand Perluas Program Tenaga Surya hingga 10 GW, Sasar Sekitar Satu Juta Rumah Tangga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Thailand Perluas Program Tenaga Surya hingga 10 GW, Sasar Sekitar Satu Juta Rumah Tangga
Foto: (Sumber :Thailand akan tingkatkan program tenaga surya untuk rumah tangga.)

Pantau - Thailand akan memperluas program tenaga surya rumah tangga hingga berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang diperkirakan dapat menjangkau sekitar satu juta rumah tangga pada periode 2026 hingga 2028.

Pemerintah Thailand juga akan membeli kelebihan listrik dari peserta dengan harga 2,20 baht atau sekitar 0,07 dolar AS per kilowatt-jam melalui kontrak selama 20 tahun.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand Lalida Periswiwatana mengatakan Dewan Kebijakan Energi Nasional telah meningkatkan kapasitas maksimum skema "tenaga surya untuk masyarakat" menjadi 10 GW dari proposal awal sebesar 5 GW.

Rumah Tangga Bisa Jual Kelebihan Listrik

Pembelian kelebihan listrik dari rumah tangga akan menggunakan sistem net billing.

Melalui mekanisme tersebut, rumah tangga menggunakan terlebih dahulu listrik yang dihasilkan sendiri sebelum menjual kelebihannya ke jaringan listrik.

Jumlah listrik yang dapat dijual dibatasi hingga 5 kilowatt per meteran.

Masa kontrak juga diperpanjang dari sebelumnya 10 tahun menjadi 20 tahun agar menyesuaikan dengan masa pakai panel surya.

Pemerintah turut memperluas lokasi pemasangan panel sehingga rumah tangga tidak hanya dapat memasangnya di atap, tetapi juga di atas tanah dan permukaan air.

"Peningkatan kapasitas hingga 10 GW akan memberikan peran yang lebih besar kepada masyarakat dalam memproduksi energi bersih, tetapi langkah tersebut harus berjalan seiring dengan kesiapan jaringan agar penambahan kapasitas tidak mengganggu keamanan sistem kelistrikan," kata Lalida.

Pemerintah Siapkan Jaringan hingga Daur Ulang Panel

Dewan Kebijakan Energi Nasional Thailand memberikan waktu satu bulan kepada kementerian energi, kementerian dalam negeri, dan tiga perusahaan utilitas listrik negara untuk menyusun rencana kesiapan jaringan.

Rencana tersebut mencakup perkiraan pembangkitan listrik, pemantauan secara real-time, pengendalian transmisi dan distribusi, serta penggunaan penyimpanan baterai.

Lembaga terkait juga diminta mencari mekanisme untuk mengubah kontrak lama berdurasi 10 tahun agar peserta sebelumnya tidak perlu membatalkan kontrak dan mengajukan permohonan baru.

Sementara itu, kementerian perindustrian Thailand mendapat tugas menyusun rencana daur ulang panel surya dan baterai seiring perluasan program energi bersih tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026