HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Huawei Luncurkan Stellar AI Network Terbaru untuk Perkuat Konektivitas dan Keamanan Era AI

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Huawei Luncurkan Stellar AI Network Terbaru untuk Perkuat Konektivitas dan Keamanan Era AI
Foto: Leon Wang, President of Huawei's Data Communication Product Line, delivering a speech

Pantau - Huawei memperkenalkan generasi terbaru Stellar AI Network Solution yang mengandalkan konektivitas cerdas dan sistem keamanan untuk mendukung kebutuhan komputasi pada era agentic AI dalam ajang HUAWEI CONNECT 2026 di Shanghai, China.

Solusi jaringan tersebut terdiri atas tiga komponen utama, yakni Stellar AI Fabric 2.0, Stellar AI WAN, dan Stellar AI Campus Network.

Huawei menyebut pengembangan teknologi itu dilakukan seiring pesatnya penggunaan kecerdasan buatan yang mendorong konsumsi token harian meningkat hingga 260 kali lipat dalam setahun.

Stellar AI Network dirancang untuk meningkatkan efisiensi komputasi, mendukung transmisi data tanpa kehilangan paket, mempercepat akses aplikasi, dan meningkatkan perlindungan terhadap sejumlah ancaman keamanan AI.

Stellar AI Fabric 2.0 Tingkatkan Efisiensi Komputasi

Pada Stellar AI Fabric 2.0, Huawei memperkenalkan switch UBG seri SF9300 yang dapat dipadukan dengan Ascend A5/A6 untuk membentuk solusi komputasi dan jaringan terintegrasi.

Arsitektur multi-plane dua lapis pada sistem tersebut diklaim dapat memangkas biaya penerapan jaringan hingga 30 persen, sementara protokol terpadu menurunkan latensi dari 20 mikrodetik menjadi 11 mikrodetik.

Teknologi Link-Layer Retransmission (LLR) juga dikembangkan untuk mencegah kehilangan paket ketika terjadi link flap dan diklaim dapat memangkas waktu henti layanan klaster hingga 100 jam per tahun.

Huawei turut memperkenalkan switch NPO CloudEngine XH9300-EN dengan desain sumber cahaya terpusat yang disebut dapat menurunkan konsumsi daya interkoneksi dari 1.000 watt menjadi 600 watt.

Pada aspek keamanan, Huawei menghadirkan Three-Layer Security Guardrail untuk menghadapi ancaman seperti pencurian hashrate, prompt injection, dan model poisoning.

Huawei menyatakan Network Guardrail memiliki tingkat deteksi cryptojacking hingga 95 persen, sedangkan Agent Guardrail diklaim dapat mendeteksi serangan prompt injection dengan akurasi 95 persen dan latensi di bawah 150 milidetik.

Stellar AI WAN Dukung Transmisi Jarak Jauh

Stellar AI WAN dikembangkan untuk mendukung pengiriman daya komputasi tanpa kehilangan paket hingga jarak lebih dari 1.000 kilometer.

Huawei menyebut algoritma lossless Starnet mampu menghilangkan kehilangan paket dalam transmisi jarak jauh sekaligus meningkatkan efisiensi komputasi jarak jauh hingga lebih dari 95 persen.

Teknologi computation-communication overlapping juga diklaim mampu mengurangi waktu idle bandwidth lebih dari 80 persen dan menekan kebutuhan bandwidth hingga lima kali lipat.

Pada sektor keamanan, Huawei menggunakan teknologi pertahanan WAN multidimensi untuk menghadapi sejumlah jenis serangan serta mengintegrasikan QKD pada lapisan link untuk memperkuat keamanan transmisi.

AI Pangkas Waktu Pemulihan Gangguan Jaringan

Stellar AI Campus Network menggunakan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan otomatisasi pengelolaan dan pemeliharaan jaringan perusahaan yang beroperasi selama 24 jam.

Huawei menyebut algoritma Deep Causal Pruning mampu mengurangi kesalahan inferensi lebih dari 20 persen dan meningkatkan akurasi pemecahan masalah hingga 95 persen.

Teknologi simulasi terdistribusi iFlow 2.0 digunakan untuk melakukan verifikasi jalur inferensi secara berkelanjutan sehingga waktu rata-rata pemulihan atau MTTR diklaim dapat dipangkas menjadi kurang dari lima menit.

Sementara itu, Stellar AI Campus Network Asset Security 2.0 menggunakan AI micro-model yang ditanamkan pada switch untuk memangkas waktu deteksi ancaman pada dumb terminal dari lima menit menjadi kurang dari 10 detik.

Huawei menyatakan akan terus mengembangkan Stellar AI Network bersama pelanggan dan mitra dengan visi "AI for All, All on Secure IP" untuk meningkatkan nilai konektivitas sekaligus keamanan pada era AI.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026