
Pantau - Program akselerasi startup berbasis kecerdasan buatan (AI) Action AI Boost menghadirkan 10 finalis dalam Demo Day 2026 sebagai penutup Cohort 1, dengan Aksa terpilih sebagai pemenang pertama.
Sebanyak 10 finalis mempresentasikan produk setelah melewati empat tahapan dan 13 quest yang mencakup pengembangan, validasi produk, serta pembuktian traction melalui berbagai submission.
"Action AI Boost dirancang untuk mendorong peserta agar tidak berhenti di tahap ide. Sepanjang program, mereka didorong untuk terus mengembangkan produk, menguji solusi tersebut di pasar, dan menunjukkan bukti nyata bahwa apa yang mereka bangun memiliki potensi untuk berkembang," kata Director of Business Indonesia UD IMPACT/underdogs Dinda Hervi dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).
"Oleh karena itu, ketika sampai di Demo Day, para finalis tidak hanya datang membawa ide, tetapi juga membawa hasil dari proses membangun, menguji, dan terus memperbaiki bisnis mereka,” sambung dia.
Sepuluh Finalis Tawarkan Beragam Solusi AI
Sepuluh finalis membawa solusi di bidang social productivity, teknologi dan SaaS, health and wellness, fintech, industri kreatif, hingga olahraga.
Aksa mengembangkan aplikasi sosial untuk membantu pengguna membangun kebiasaan harian bersama orang terdekat, sedangkan ArcXora menawarkan solusi connected intelligence untuk kebutuhan digital.
Closales.ai menghadirkan conversion intelligence app, sementara Fitara Indonesia membantu pengguna menemukan jenis olahraga yang sesuai untuk mendukung potensi anak.
KULINK mengembangkan digital workspace berbasis AI bagi kontraktor konstruksi skala kecil dan menengah untuk memantau proyek, mengelola tim lapangan, serta mengotomatisasi laporan.
MESSE menawarkan solusi analisis saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sedangkan NEXUM VENTORA mengembangkan smart traffic intelligence untuk membantu pengelolaan lalu lintas website dari serangan bot.
Pillar AI menghadirkan solusi AI CFO untuk membantu usaha kecil dan menengah memahami kondisi keuangan, Racqee mengembangkan kamera tenis berbasis AI, dan Visionyr menawarkan platform strategic branding berbasis AI.
Penilaian dilakukan oleh CEO Ink Direct Patrick Yoon, AI Connect Program Lead Telkom Indonesia Mizan Lazuardi, serta Fadhlan Fariz dari tim Investment BNI Ventures.
Para finalis dinilai berdasarkan kesesuaian masalah dan solusi, traction dan bukti pendukung, model bisnis, penggunaan AI, dampak, serta kualitas pitch dan penyampaian.
Aksa Juara, Tiga Tim Berpeluang Kembangkan Bisnis di Korea Selatan
Aksa terpilih sebagai pemenang pertama melalui aplikasi sosial berbasis AI yang membantu pengguna membangun dan mempertahankan action streaks dengan dukungan AI agent yang proaktif.
"Berhadapan langsung dengan pasar mengajarkan kami bahwa setiap fitur harus dibangun berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan asumsi semata. Sejak peluncuran, kami terus memperbaiki produk berdasarkan masukan yang diterima, dan ke depannya kami ingin terus mengembangkannya agar semakin relevan dan bermanfaat bagi pengguna,” ungkap Founder dan CEO Aksa Haris Farrasi.
Racqee menempati posisi runner-up melalui kamera tenis berbasis AI sekaligus meraih penghargaan People’s Choice berdasarkan perolehan suara audiens.
Fitara Indonesia menempati posisi ketiga melalui solusi yang membantu pengguna menemukan jenis olahraga sesuai untuk mendukung potensi anak.
Tiga tim dengan hasil terbaik akan memperoleh kesempatan mengembangkan bisnis dan memperluas jaringan di Korea Selatan, termasuk terhubung dengan ekosistem entrepreneur serta mengeksplorasi peluang kolaborasi dan pengembangan pasar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




