
Pantau - Sebanyak 61 guru Community Learning Centre (CLC) mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, pada 2-4 Oktober 2026 dengan fokus pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran.
Para peserta berasal dari 42 CLC jenjang SMP yang tersebar di sejumlah gugus, yakni Keningau, Beaufort, Pantai Barat, Kundasang Ranau, Sandakan, Lahad Datu, Kunak, Tawau, Kalabakan, dan Sarawak.
CLC merupakan pusat pendidikan yang menyediakan fasilitas sekolah dasar dan sekolah menengah pertama bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya di Sabah dan Sarawak yang menjadi kawasan tempat bekerja banyak PMI sektor perkebunan.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Semangat Belajar di Era Digital, Memanfaatkan AI untuk Merancang Ruang Kelas yang Inklusif dan Interaktif”.
"Tema tersebut diusung sebagai bentuk implementasi dari Surat Keputusan Bersama Kemdikdasmen nomor 2/KB/2026 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal," kata Ketua Penyelenggara Aris Setianto.
Guru CLC Dibekali Pemanfaatan AI
Kegiatan peningkatan kompetensi tersebut memberikan materi mengenai pemanfaatan AI sebagai mitra pembelajaran dalam berbagai aspek hingga penerapan manajemen berbasis data bagi guru.
Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Noorman Effendi mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, akan terus meningkat sehingga menjadi tantangan bagi para guru CLC untuk memanfaatkannya secara bijak.
Kepala SIKK Sahyuddin berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi digital guru CLC dalam menjalankan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak Indonesia di Malaysia.
Peningkatan kemampuan digital juga diharapkan mendukung terciptanya ruang kelas yang lebih inklusif dan interaktif bagi peserta didik.
Universitas Lampung Turut Dukung Pelatihan Guru
Program peningkatan kompetensi tersebut mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu dan Universitas Lampung (UNILA).
UNILA menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sabah dengan menghadirkan sejumlah guru besar sebagai narasumber ahli dalam pelatihan tersebut.
Noorman mengapresiasi keterlibatan tim pengabdian kepada masyarakat UNILA sebagai narasumber untuk memperkuat kompetensi para pendidik CLC.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan melalui CLC di Sabah dan Sarawak.
- Penulis :
- Gerry Eka




