HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Meta Luncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full untuk Saingi Model AI Canggih OpenAI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Meta Luncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full untuk Saingi Model AI Canggih OpenAI
Foto: (Sumber :ilustrasi - Logo Meta ditampilkan di layar ponsel di Ankara, Turkiye pada 25 Maret 2025. ANTARA/İsmail Aslandağ - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Meta resmi meluncurkan dua model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru bernama Muse Wonder dan Muse Wonder Full yang menjadi model AI kelas atas (frontier model) pertama perusahaan untuk menangani berbagai tugas kompleks, termasuk pemrograman.

Berdasarkan laporan TechCrunch pada Senin (12/10/2026), kedua model tersebut dikembangkan oleh Superintelligence Lab milik Meta dengan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan Muse Spark yang sebelumnya dirancang sebagai model AI ringan dengan waktu respons cepat.

“Bersama-sama, keduanya menandai langkah berikutnya dalam peningkatan skala model kami dan lompatan besar menuju kecerdasan super personal,” tulis Meta dalam pengumuman resminya.

Peluncuran tersebut menjadi langkah Meta dalam memperkuat persaingan pengembangan teknologi AI kelas atas dengan perusahaan teknologi lainnya, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Muse Wonder Diklaim Mampu Bersaing dengan GPT-6

Meta mengklaim Muse Wonder dan Muse Wonder Full memiliki skala lebih besar serta kemampuan lebih baik dalam menyelesaikan tugas kompleks dibandingkan model AI generasi sebelumnya.

Berdasarkan hasil pengujian internal perusahaan, kedua model tersebut memperoleh skor tolok ukur yang sebanding dengan Fable 5.1 milik Anthropic dan GPT-6 Astra dari OpenAI.

Kemampuan tersebut mencakup penyelesaian berbagai tugas yang membutuhkan penalaran kompleks hingga pemrograman.

Meta juga menetapkan biaya penggunaan Muse Wonder melalui Meta Model API sebesar 4 dolar AS per satu juta token masukan dan 20 dolar AS per satu juta token keluaran.

Tarif tersebut berada pada kisaran yang sebanding dengan GPT-6 Sol milik OpenAI dan Opus 5.5 dari Anthropic.

Sementara itu, Muse Wonder Full hanya tersedia bagi pelanggan Muse Code dan tidak dapat diakses melalui API.

Kedua model tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Muse yang merupakan agen AI milik Meta.

Meta Hadirkan Fitur Memori AI Jangka Panjang

Selain kemampuan menangani tugas kompleks, Muse Wonder dan Muse Wonder Full dilengkapi teknologi active memory yang memungkinkan sistem menyimpan dan menggabungkan informasi pengguna dalam jangka waktu panjang.

Fitur tersebut dirancang agar AI dapat mengingat informasi penting mengenai pengguna selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Kemampuan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan asisten AI personal yang mampu menjalankan tugas berkelanjutan dan memberikan respons berdasarkan interaksi sebelumnya.

Untuk menguji kemampuan tersebut, Meta menggunakan MemoryBench sebagai tolok ukur pembelajaran berkelanjutan dan pembentukan memori pada sistem AI.

Menurut hasil pengujian internal Meta, Muse Wonder berhasil memperoleh skor MemoryBench lebih tinggi dibandingkan model Fable, Opus, dan Astra.

“Kami mencurahkan upaya yang sangat besar untuk memastikan model dapat mengingat hal-hal penting tentang Anda selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan seterusnya,” kata peneliti Meta Kavya Kopparapu.

Muse Wonder Dikembangkan di Pusat Data Prometheus

Muse Wonder dan Muse Wonder Full menjadi model AI kelas atas pertama Meta sejak Kepala Superintelligence Lab Alexandr Wang melakukan perombakan strategi pengembangan kecerdasan buatan perusahaan pada Agustus 2025.

Setelah restrukturisasi tersebut, Meta lebih dahulu memperkenalkan Muse Spark sebagai model AI ringan dan Muse sebagai agen AI personal.

Namun, perusahaan saat itu belum menghadirkan model AI kelas atas yang dapat menjadi pesaing langsung bagi model andalan OpenAI dan Anthropic.

Meta menyebut kedua model terbarunya dilatih menggunakan infrastruktur pusat data Prometheus yang berlokasi di Ohio, Amerika Serikat.

Pusat data Prometheus mulai beroperasi pada 2026 dan menjadi salah satu infrastruktur yang digunakan Meta untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan generasi terbaru.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026