HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Jusuf Kalla Serukan Kemanusiaan Jadi Landasan Mengatasi Krisis Global, Konflik Bersenjata Tak Cukup Diselesaikan dengan Kekua

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jusuf Kalla Serukan Kemanusiaan Jadi Landasan Mengatasi Krisis Global, Konflik Bersenjata Tak Cukup Diselesaikan dengan Kekua
Foto: Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12, Jusuf Kalla.

Pantau - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyerukan agar nilai kemanusiaan menjadi landasan utama dalam menghadapi berbagai krisis global, termasuk konflik bersenjata dan bencana alam yang berdampak terhadap masyarakat lintas negara.

Seruan tersebut disampaikan JK dalam kuliah umum di Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, pada pekan terakhir Oktober 2026.

Di hadapan sekitar 100 mahasiswa dan dosen Yale University, JK menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan tidak dapat dibatasi oleh perbedaan negara, ras, etnis, maupun agama.

Menurutnya, solidaritas kemanusiaan merupakan modal penting bagi masyarakat internasional untuk mencari penyelesaian bersama terhadap berbagai persoalan dunia.

“Kemanusiaan harus menjadi paradigma utama kita dalam menghadapi krisis global. Kemanusiaan melampaui batas negara, ras, etnis, agama, dan afiliasi apa pun. Selama rasa kemanusiaan menjadi titik tolak kita, krisis global dapat kita hadapi dan atasi bersama,” kata JK dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Jusuf Kalla Soroti Konflik Bersenjata dan Bencana Alam

JK menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi sejumlah krisis yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian bersama.

Berbagai konflik bersenjata di sejumlah kawasan berlangsung bersamaan dengan ancaman bencana alam dan persoalan kemanusiaan.

Menurutnya, dampak krisis tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga dapat meluas ke wilayah lainnya.

Karena itu, JK menekankan pentingnya menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam merumuskan langkah penyelesaian.

Ia menilai pendekatan yang mengutamakan kemanusiaan dapat membantu masyarakat internasional menghadapi persoalan yang melampaui batas wilayah dan kepentingan masing-masing negara.

JK Sebut Keunggulan Senjata Modern Tidak Menjamin Kemenangan

Dalam kuliah umum tersebut, JK juga menyoroti perubahan dinamika kekuatan militer di berbagai kawasan dunia.

Ia menilai kepemilikan persenjataan modern tidak selalu menjamin suatu negara mampu mengalahkan lawannya dengan mudah.

Menurut JK, kemampuan menghadapi konflik juga ditentukan oleh semangat, strategi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mencontohkan perang Rusia dan Ukraina yang berlangsung berkepanjangan sebagai salah satu gambaran perubahan dinamika konflik modern.

JK turut menyinggung kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, ia menyoroti ancaman kelompok bersenjata Houthi terhadap negara-negara di kawasan Teluk.

“Perkembangan konflik saat ini menunjukkan bahwa keunggulan persenjataan saja tidak cukup. Semangat, strategi, serta kemampuan menguasai dan mengoperasikan teknologi juga sangat menentukan. Karena itu, ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.

Penguasaan Teknologi Dinilai Penting dalam Menghadapi Konflik

JK menegaskan bahwa perkembangan konflik modern memperlihatkan pentingnya kemampuan manusia dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, teknologi tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan peralatan militer, tetapi juga kemampuan mengoperasikannya secara efektif.

Strategi dan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi faktor yang turut memengaruhi kemampuan suatu pihak dalam menghadapi tantangan keamanan.

Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan militer tidak dapat diukur hanya berdasarkan kecanggihan persenjataan.

JK juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan situasi global.

Jusuf Kalla Dorong Dialog dan Pendekatan Kemanusiaan untuk Perdamaian

Berdasarkan pengalaman berbagai konflik, JK menilai penyelesaian persoalan keamanan tidak cukup dilakukan melalui penggunaan kekuatan militer.

Ia menekankan perlunya memahami akar masalah yang menyebabkan konflik agar upaya penyelesaian dapat dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, kemampuan berdialog menjadi salah satu unsur penting untuk membuka jalan menuju perdamaian.

Pendekatan kemanusiaan juga diperlukan agar penyelesaian konflik tidak hanya berorientasi pada kepentingan militer.

JK mengingatkan bahwa berbagai krisis global membutuhkan kerja sama dan kepedulian masyarakat internasional.

Melalui kuliah umum di Yale University tersebut, JK menegaskan pentingnya menempatkan kemanusiaan, dialog, strategi, dan penguasaan teknologi sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan dunia.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026