HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Pemkab Sumedang Kembangkan Program Revolper, Produktivitas Padi Diklaim Naik Hampir 100 Persen Berkat Teknologi Pertanian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkab Sumedang Kembangkan Program Revolper, Produktivitas Padi Diklaim Naik Hampir 100 Persen Berkat Teknologi Pertanian
Foto: Ilustrasi- Tanaman padi di salah satu desa di Sumedang, Jawa Barat, mulai menguning pada musim panen.

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengembangkan Program Revolusi Pertanian (Revolper) untuk meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budi daya, penggunaan benih unggul, pemupukan presisi, dan penguatan sistem irigasi.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengungkapkan bahwa hasil awal penerapan program tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas padi yang disebut hampir mencapai 100 persen.

Peningkatan tersebut diperoleh dari hasil pengukuran ubinan tahap pertama pada lahan percontohan Kelompok Tani Gemah Ripah di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang.

Program ini dikembangkan melalui kerja sama pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan kelompok tani untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya usaha pertanian.

"Kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan program pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi para petani. Pendapatan petani meningkat, dan pada akhirnya petani semakin sejahtera," kata Dony dalam keterangannya di Sumedang, Minggu (25/10/2026).

Hasil Ubinan Padi Revolper Diklaim Meningkat Hampir 100 Persen

Penerapan Program Revolper dilakukan melalui pengembangan lahan percontohan atau demonstration plot seluas 10 hektare yang dikelola Kelompok Tani Gemah Ripah.

Lahan tersebut digunakan untuk menguji penerapan teknologi pertanian pada tanaman padi varietas IF 20 dan Inpari 32.

Berdasarkan hasil ubinan tahap pertama yang dianalisis tim statistik dan tim Revolper, produktivitas padi menunjukkan peningkatan yang disebut hampir mencapai 100 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah belum merinci jumlah hasil panen dalam satuan ton per hektare maupun angka pembanding yang digunakan dalam pengukuran tersebut.

Hasil awal itu menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk melanjutkan pengembangan metode pertanian yang diterapkan dalam program Revolper.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen raya padi varietas IF 20 dan Inpari 32 di wilayah Tanjungkerta.

Revolper Gandeng BRIN dan Tiga Lembaga Penelitian

Pemkab Sumedang melibatkan sejumlah lembaga dalam pengembangan Program Revolper untuk memperkuat penerapan teknologi pertanian.

Lembaga yang terlibat meliputi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Winaya Mukti (Unwim), serta Balitbang Ketahanan Mandiri.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menguji berbagai inovasi yang dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi biaya produksi.

Teknologi yang diterapkan mencakup teknik budi daya tanaman, pemupukan presisi, serta pengendalian hama secara terpadu.

Dony menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan lembaga.

"Kerangka pemikiran Pemda Sumedang saat ini, logical framework-nya, adalah bahwa dalam bekerja kita harus melibatkan pentahelix. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pengusaha harus bersama-sama mewujudkan program ini agar berhasil dan sukses," katanya.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap hasil pengembangan teknologi dapat diterapkan secara lebih luas oleh petani Sumedang.

Empat Komponen Utama Revolper untuk Tingkatkan Produksi Padi

Bupati Dony menjelaskan bahwa Program Revolper bertumpu pada empat komponen utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Komponen pertama adalah memastikan ketersediaan air dan kepastian sistem irigasi bagi lahan pertanian.

Komponen kedua berupa penggunaan benih unggul bermutu untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan potensi hasil panen.

Komponen ketiga adalah penerapan pemupukan berimbang yang efektif dan efisien agar kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi dengan biaya yang terkendali.

Sementara itu, komponen keempat mencakup pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk memodernisasi kegiatan produksi hingga tahap pascapanen.

Penerapan keempat komponen tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi kendala dalam kegiatan usaha tani.

Pemkab Sumedang juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian sebagai bagian dari pelaksanaan program.

Selain bantuan peralatan, pemerintah daerah melaksanakan pemeliharaan jaringan irigasi tingkat usaha tani dan pembangunan dam parit untuk mendukung pengairan lahan.

Produksi Padi Sumedang Capai 294 Ribu Ton pada 2025

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, produksi padi daerah tersebut pada 2025 mencapai 294.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat Sumedang tercatat sekitar 103.000 ton per tahun.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran kapasitas produksi padi daerah yang ingin terus diperkuat melalui pengembangan teknologi pertanian.

Pemerintah daerah menilai peningkatan produktivitas penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Program Revolper juga diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan lahan pertanian melalui pengelolaan air, benih, dan pemupukan yang lebih terukur.

Varietas Inpari 32 Miliki Potensi Hasil 8,42 Ton per Hektare

Salah satu varietas yang digunakan dalam pengembangan Program Revolper adalah Inpari 32.

Varietas tersebut memiliki rata-rata hasil sekitar 6,30 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.

Adapun potensi hasil Inpari 32 tercatat mencapai 8,42 ton GKG per hektare.

Pemkab Sumedang berharap penerapan teknologi budi daya dalam program Revolper dapat membantu petani mengoptimalkan potensi produktivitas varietas tersebut.

Penggunaan benih unggul juga dipadukan dengan pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, dan penguatan irigasi.

Melalui pengembangan lahan percontohan seluas 10 hektare di Tanjungkerta, pemerintah daerah akan terus mendorong penerapan inovasi pertanian untuk meningkatkan produksi padi.

Program Revolper diharapkan menjadi salah satu langkah Pemkab Sumedang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas yang lebih tinggi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026