HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Bali Tech Week 2026 Buka Peluang Investasi Global dan Perkuat Ekosistem Digital Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bali Tech Week 2026 Buka Peluang Investasi Global dan Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Foto: (Sumber :Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid saat sesi pembukaan Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). ANTARA/HO-Kemkomdigi/am..)

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kolaborasi ekosistem digital Indonesia melalui penyelenggaraan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang membuka peluang investasi, akses pasar internasional, serta pengembangan kecerdasan artifisial (AI).

Kegiatan yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, perusahaan rintisan, investor, akademisi, dan komunitas teknologi dari berbagai negara.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjamin keamanan masyarakat dan kepastian regulasi bagi dunia usaha.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi,” kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Bali Tech Week 2026 Perluas Akses Investasi dan Pasar Global

Mengusung tema Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further, BTW 2026 menghadirkan 13 agenda teknologi yang melibatkan berbagai perusahaan dan mitra strategis.

Telkom Indonesia berpartisipasi sebagai mitra pendiri, bersama Telkomsel, GoTo, InJourney, dan sejumlah mitra penyelenggara lainnya.

Melalui HUB.ID Global Summit dan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), kegiatan tersebut memfasilitasi pertemuan bisnis antara ratusan perusahaan rintisan, investor, dan korporasi dari puluhan negara.

Program Access to Market Tour yang dijalankan Endeavor Indonesia juga memperluas jaringan pengusaha dari Asia Tenggara, Arab Saudi, dan Brasil.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menilai forum tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara inovator Indonesia dan mitra internasional.

"Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia," ujarnya.

GoTo Luncurkan Model AI Bahasa Indonesia dengan 27 Miliar Parameter

Pengembangan kecerdasan artifisial menjadi salah satu perhatian utama dalam BTW 2026.

GoTo meluncurkan model bahasa besar atau large language model (LLM) bersumber terbuka yang dilatih untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah.

Model AI dengan 27 miliar parameter tersebut dapat diakses secara gratis oleh peneliti dan masyarakat.

Sementara itu, Telkomsel memperkenalkan sembilan produk AI lokal, termasuk teknologi pendeteksi penipuan dan asisten virtual.

Selain inovasi teknologi, forum tersebut membahas pemerataan pembangunan pusat data hingga wilayah Indonesia timur, perlindungan konsumen aset berbasis blockchain, serta penguatan keamanan siber.

Kemkomdigi Tetapkan Empat Agenda Prioritas Setelah BTW 2026

Pertemuan tersebut juga memperkuat dialog kebijakan digital di kawasan ASEAN melalui kehadiran Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo serta Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil.

Pembahasan regional mencakup tata kelola platform digital dan perlindungan anak dalam penggunaan teknologi.

Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi menetapkan empat agenda prioritas, yakni pemetaan infrastruktur digital, percontohan penerapan teknologi, penguatan talenta AI, dan penyelarasan regulasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut harus diukur dari pelaksanaan program setelah forum berakhir.

"Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya," kata Nezar.

Pemerintah menempatkan tindak lanjut tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing inovasi Indonesia di pasar global.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026