HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Jepang Gandeng Swasta Kembangkan Roket untuk Ganti Satelit yang Rusak atau Diserang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jepang Gandeng Swasta Kembangkan Roket untuk Ganti Satelit yang Rusak atau Diserang
Foto: Ilustrasi - Bendera Jepang.

Pantau - Kementerian Pertahanan Jepang membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengembangkan roket berukuran kecil yang mampu meluncurkan satelit pengganti secara cepat apabila satelit di orbit mengalami kerusakan, gangguan fungsi, atau serangan.

Pemerintah Jepang telah mengalokasikan anggaran sekitar 70 juta yen atau 444.000 dolar AS, setara sekitar Rp8,03 miliar, pada tahun fiskal 2026 untuk mendukung penelitian pengembangan teknologi tersebut.

Program ini bertujuan mempercepat pengembangan sistem transportasi antariksa yang dapat digunakan untuk memulihkan fungsi satelit dalam situasi darurat.

Kementerian Pertahanan Jepang akan menyeleksi proposal penelitian dari perusahaan swasta dengan mempertimbangkan biaya pengembangan, metode produksi, serta waktu yang diperlukan untuk membuat roket.

Pemerintah menargetkan perusahaan pelaksana proyek dapat ditetapkan paling lambat Februari 2027.

Jepang Siapkan Roket Kecil untuk Peluncuran Satelit Darurat

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menegaskan bahwa kemampuan meluncurkan satelit pengganti secara cepat menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keamanan negara.

"Dari perspektif keamanan, sangat penting untuk segera memulihkan fungsi satelit, terutama dalam situasi darurat," kata Koizumi dalam konferensi pers pada Oktober 2026.

Menurut pemerintah Jepang, sekitar separuh peluncuran satelit negara tersebut saat ini masih mengandalkan roket dari luar negeri.

Ketergantungan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengembangkan kemampuan transportasi antariksa nasional.

Jepang juga mengoperasikan konstelasi satelit berukuran kecil untuk memantau berbagai sasaran.

Sejumlah pakar memperingatkan bahwa China dan Rusia tengah mengembangkan teknologi satelit penghancur atau killer satellites yang dapat menyerang dan melumpuhkan satelit negara lain.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengganti satelit yang mengalami gangguan dipandang penting untuk menjaga keberlangsungan fungsi sistem antariksa.

Teknologi Printer 3D Dikaji untuk Produksi Roket

Kementerian Pertahanan Jepang turut mempertimbangkan penggunaan teknologi pencetakan tiga dimensi atau printer 3D untuk meningkatkan efisiensi produksi komponen roket.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu pilihan yang dikaji dalam pengembangan sistem peluncuran satelit berukuran kecil.

Selain metode produksi, pemerintah juga sedang meneliti berbagai kemungkinan lokasi dan cara peluncuran roket.

Pilihan yang dipertimbangkan mencakup peluncuran dari darat, laut, maupun udara.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperoleh sistem peluncuran yang dapat digunakan secara cepat ketika diperlukan.

Pengembangan Roket Diharapkan Dorong Industri Antariksa

Melalui program penelitian tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang berharap dapat mendorong inovasi teknologi di kalangan perusahaan swasta.

Pengembangan roket berukuran kecil juga diharapkan mendukung pertumbuhan industri antariksa nasional.

Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi memandang sektor antariksa sebagai salah satu bidang yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang.

Satelit sendiri telah menjadi infrastruktur penting dalam mendukung berbagai layanan, termasuk komunikasi dan sistem penentuan posisi secara akurat di Bumi.

Koizumi menilai perkembangan teknologi transportasi antariksa membuka peluang bagi Jepang untuk menghasilkan sistem baru yang memiliki daya saing internasional.

"Dunia transportasi antariksa sedang memasuki era transformasi besar. Saya berharap sistem baru yang mampu bersaing secara global dapat lahir dari negara kita," kata Koizumi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026