
Pantau - Perusahaan teknologi energi Jereh resmi meluncurkan Jereh Saturn Modular Gas Gensets, solusi pembangkit listrik berbahan bakar gas dengan desain modular yang diklaim mampu menekan biaya produksi listrik hingga 70 persen dibandingkan penggunaan diesel.
Peluncuran produk tersebut berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Jereh Equipment Manufacturing Industrial Park, Yantai, Tiongkok, melalui acara bertajuk Jereh Saturn™ Launch.
Produk Saturn dirancang untuk mempercepat penyediaan listrik di ladang minyak dan gas serta kawasan industri melalui sistem generator yang telah dirakit dan diuji sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Acara peluncuran turut dihadiri delegasi yang dipimpin Hanyang Li, Sekretaris Partai sekaligus Chairman Yuchai Group.
Unit generator gas modular tersebut juga langsung keluar dari lini produksi pada hari peluncuran sebagai bagian dari upaya mempercepat penyediaan infrastruktur kelistrikan.
Jereh dan Yuchai Kembangkan Generator Gas Modular
Chairman Jereh Group Zhiyong Li menyampaikan bahwa kebutuhan listrik global terus meningkat seiring perkembangan aktivitas industri.
Namun, menurutnya, pembangkit listrik gas konvensional yang menggunakan konstruksi permanen membutuhkan waktu pembangunan relatif panjang sehingga sulit mengikuti perubahan kebutuhan energi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Jereh bekerja sama dengan Yuchai dalam mengembangkan generator gas modular Saturn.
Dalam kerja sama ini, Yuchai menyediakan mesin penggerak berperforma tinggi, sedangkan Jereh bertanggung jawab atas integrasi peralatan, sistem kendali cerdas, serta layanan purnajual global.
Saturn menjadi salah satu bagian penting dari strategi Gas-to-Power Jereh yang mengintegrasikan pengolahan gas hingga pembangkitan listrik.
Melalui pengalaman dalam pengembangan ladang minyak dan gas serta manufaktur peralatan berteknologi tinggi, Jereh menawarkan solusi yang mencakup pengolahan gas, peningkatan tekanan, pembangkitan listrik, dan sistem kendali cerdas.
Hanyang Li mengapresiasi kemampuan teknis serta keunggulan manufaktur Jereh dalam pengembangan produk tersebut.
Ia menilai peluncuran Saturn menjadi tonggak penting dalam kemitraan strategis kedua perusahaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Jereh dan Yuchai juga berencana memperluas kerja sama dalam pengembangan aplikasi, pasar, dan layanan.
Desain Modular Pangkas Waktu Instalasi hingga 70 Persen
Saturn menggunakan konfigurasi modular standar yang dapat dipasang pada skid maupun trailer sesuai kebutuhan operasional.
Setiap unit dapat beroperasi secara mandiri atau dihubungkan dengan sejumlah unit lain melalui sistem paralel cerdas.
Sistem tersebut kompatibel dengan jaringan listrik berfrekuensi 50 Hz dan 60 Hz.
Dengan pendekatan modular, pelanggan dapat memulai penggunaan dari satu unit kemudian menambah kapasitas seiring meningkatnya kebutuhan listrik.
Jereh menyatakan bahwa seluruh proses perakitan, pengujian sistem kelistrikan, kalibrasi, pengoperasian awal, dan verifikasi beban penuh dilakukan di pabrik.
Ketika unit tiba di lokasi proyek, pengguna hanya perlu menyambungkan pasokan gas, air pendingin, dan listrik.
Menurut perusahaan, proses pemasangan tidak memerlukan pekerjaan konstruksi sipil, pengujian ulang, maupun peralatan tambahan.
Pendekatan tersebut diklaim mampu memangkas waktu instalasi hingga 70 persen dibandingkan metode pemasangan konvensional.
Saturn Diklaim Mampu Stabil dalam Kurang dari Dua Detik
Jereh menyatakan bahwa seluruh metrik kinerja Saturn didasarkan pada batas pengujian yang jelas serta data pengukuran yang dapat direproduksi.
Kapasitas daya produk ini mengacu pada standar ISO 8528 COP atau Continuous Operating Power yang menunjukkan kemampuan unit memasok listrik secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ketika dipadukan dengan Jereh Energy Cabin, generator Saturn diklaim mampu mempertahankan kestabilan tegangan dan frekuensi saat menghadapi perubahan beban mendadak sebesar 70 persen.
Kinerja tersebut disebut melampaui persyaratan standar ISO 8528-5 G2.
Sistem juga mampu kembali mencapai kondisi stabil dalam waktu kurang dari dua detik.
Kemampuan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional industri yang memerlukan pasokan listrik andal meskipun terjadi perubahan beban secara tiba-tiba.
Biaya Listrik Gas Diklaim Lebih Murah dari Diesel
Jereh mengungkapkan bahwa pemanfaatan gas ikutan dari kegiatan produksi minyak untuk pembangkitan listrik dapat menghasilkan energi hingga 3,9 kWh per meter kubik normal (Nm³).
Berdasarkan perhitungan biaya rata-rata sepanjang masa pakai atau levelized cost, biaya produksi listrik berbahan bakar gas diperkirakan berkisar RMB 0,45 hingga RMB 0,60 per kWh.
Perusahaan mengklaim angka tersebut sekitar 60 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan biaya produksi listrik menggunakan diesel.
Selain menawarkan efisiensi biaya, Saturn juga dirancang agar kapasitas pembangkit dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Salah satu variannya, SATURN C4, dilengkapi empat mesin berkapasitas masing-masing 19,6 liter.
Unit tersebut menghasilkan daya kontinu sebesar 1.400 kilowatt (kW) dengan daya maksimum mencapai 1.540 kW.
Kapasitas tersebut memberikan ruang untuk menangani kebutuhan listrik jangka panjang maupun lonjakan beban.
Menurut Jereh, spesifikasi tersebut bertujuan memastikan pelanggan memperoleh kapasitas daya yang dapat diandalkan dalam penggunaan operasional.
Jereh Bidik Pusat Data dan Industri Energi
Peluncuran Saturn menjadi bagian dari pengembangan bisnis peralatan ketenagalistrikan Jereh di pasar global.
Perusahaan menetapkan tiga fokus bisnis strategis, yakni penyediaan listrik untuk pusat data, energi industri, dan sistem ketenagalistrikan baru.
Jereh juga akan melanjutkan inovasi produk, penguatan kemampuan rekayasa proyek, serta pengembangan solusi pembangkit listrik berbasis gas.
Melalui kerja sama dengan mitra internasional, perusahaan berupaya mempercepat penerapan peralatan pembangkit listrik yang cerdas, andal, dan dapat digunakan dalam skala besar.
- Penulis :
- Gerry Eka




