HOME  ⁄  Teknologi & Sains

NASA Perkenalkan Pesawat Eksperimental X-70 Fractal, Mampu Terbang hingga Ketinggian 13,7 Kilometer

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

NASA Perkenalkan Pesawat Eksperimental X-70 Fractal, Mampu Terbang hingga Ketinggian 13,7 Kilometer
Foto: (Sumber :Logo NASA.)

Pantau - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi memperkenalkan pesawat eksperimental terbaru bernama X-70 Fractal yang dirancang untuk mempercepat pengembangan teknologi penerbangan canggih serta menguji kemampuan manuver pesawat berawak.

Pesawat tersebut diperkenalkan dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Kennedy Space Center NASA, Florida, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Xinhua pada Jumat (6/11/2026).

X-70 Fractal dibekali teknologi kontrol penerbangan canggih yang memungkinkan konfigurasi ulang secara cepat untuk mendukung berbagai kebutuhan penelitian dan pengujian di udara.

NASA menyebut pesawat tersebut akan membuka peluang eksplorasi kemampuan manuver yang sebelumnya belum pernah diperlihatkan dalam penerbangan berawak.

NASA Siapkan X-70 Fractal untuk Menguji Teknologi Penerbangan Canggih

Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan X-70 Fractal akan menjadi sarana penting untuk menguji teknologi penerbangan generasi terbaru dalam kondisi penerbangan sebenarnya.

"X-70 Fractal memberi NASA sebuah platform berawak yang berkinerja tinggi untuk menguji kontrol penerbangan canggih, kemampuan manuver, serta teknologi mutakhir lainnya dalam penerbangan nyata," kata Jared Isaacman.

Menurut NASA, pesawat eksperimental tersebut memiliki kemampuan membawa muatan penelitian hingga 907 kilogram yang dapat ditempatkan pada bagian internal maupun eksternal pesawat.

Kemampuan tersebut memungkinkan para peneliti melakukan berbagai eksperimen teknologi penerbangan tanpa harus bergantung pada satu konfigurasi pengujian.

Sistem kontrol penerbangan yang dapat dikonfigurasi ulang secara cepat juga menjadi salah satu keunggulan utama X-70 Fractal dalam mendukung pengembangan teknologi aeronautika.

Melalui pesawat ini, NASA berupaya memperluas kemampuan pengujian sistem kendali, karakteristik manuver, serta teknologi mutakhir lainnya dalam berbagai kondisi operasional.

X-70 Fractal Mampu Melaju Mach 0,75 dan Terbang Sejauh 2.778 Kilometer

X-70 Fractal memiliki spesifikasi penerbangan yang dirancang untuk mendukung penelitian aeronautika dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Pesawat tersebut mempunyai berat lepas landas mencapai 4.536 kilogram dan dirancang untuk terbang dengan kecepatan jelajah Mach 0,75 atau sekitar 75 persen kecepatan suara.

Selain itu, X-70 Fractal mampu mencapai ketinggian operasional hingga 13,7 kilometer dengan jangkauan penerbangan lebih dari 2.778 kilometer.

Kombinasi kecepatan, ketinggian, dan jangkauan tersebut memungkinkan NASA melakukan penelitian penerbangan dalam berbagai kondisi pengoperasian yang menantang.

Kemampuan membawa muatan eksperimental hingga 907 kilogram juga memberikan fleksibilitas bagi para peneliti untuk memasang perangkat pengujian di dalam maupun di luar badan pesawat.

Dengan spesifikasi tersebut, X-70 Fractal diharapkan dapat mendukung pengujian teknologi kontrol penerbangan dan kemampuan manuver yang sulit dilakukan menggunakan pesawat konvensional.

NASA Targetkan Penerbangan Perdana X-70 Fractal dalam Dua Tahun

NASA menargetkan X-70 Fractal dapat melakukan penerbangan perdananya di bawah pengoperasian badan antariksa tersebut dalam dua tahun mendatang.

Jared Isaacman menyebut penerbangan perdana pesawat eksperimental itu diperkirakan berlangsung paling lambat pada 2028 apabila sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Pengembangan X-70 Fractal menjadi bagian dari upaya NASA memperluas penelitian penerbangan berawak melalui pengujian teknologi secara langsung di udara.

Pesawat tersebut nantinya akan digunakan sebagai sarana penelitian untuk mengevaluasi kemampuan sistem kendali penerbangan, manuver pesawat, dan berbagai teknologi aeronautika lainnya.

NASA belum merinci tanggal pasti penerbangan perdana X-70 Fractal maupun lokasi pelaksanaan pengujian awal pesawat tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026