Pantau Flash
Lin Dan Putuskan Pensiun
DPR Setujui Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2 Triliun
Bertambah 1.447, Kasus Positif Korona di RI Tembus Angka 62.142 Jiwa
Pertama Kalinya dalam 62 Tahun, Sony Akan Berganti Nama
Kreativitas Jadi Kunci e-Commerce saat Lebaran Selama Pandemi COVID-19

Arcandra: Mobil Listrik Dapat Tekan Impor Minyak Mentah

Arcandra: Mobil Listrik Dapat Tekan Impor Minyak Mentah Arcandra Tahar. (Foto: Antara)

Pantau.com - Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penyediaan mobil listrik merupakan langkah baik dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah (crude).

"Mobil listrik adalah salah satu solusi dalam mengurangi konsumsi BBM, nah di luar subjek itu dapat mengurangi impor crude," kata Arcandra Tahar.

Cara lain untuk mengurangi impor minyak, lanjut Arcandra adalah meningkatkan produksi minyak dalam negeri, antara lain melalui teknologi EOR (Enhance Oil Recovery). Sehingga biaya untuk impor minyak mentah bisa dialihkan untuk pemeliharaan sumur-sumur minyak dalam negeri.

Baca juga: Sanggupkah Mobil Listrik Bersihkan Udara Jakarta?

"Hanya saja EOR itu membutuhkan waktu yang lama, paling tidak tujuh tahun untuk hasil maksimal," ujarnya.

Terkait dengan kebutuhan energi hilir, menurut dia, tidak bisa mengandalkan impor namun banyak membangun kilang. Dampak impor BBM berkurang tapi impor minyak mentah bertambah, sebab kilang mengolah minyak mentah.

Keuntungan lainnya dalam pengembangan mobil listrik adalah energi listrik yang tidak pernah impor. Sementara jika mengandalkan kendaraan BBM maka butuh  impor BBM dan minyak mentah.

Baca juga: Indonesia Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam Soal Produksi Mobil Listrik

"Domestic base supply kalau kita andalkan migas kita butuh impor crude dan bbm. Kemudian jangka panjangnya eksplorasi," tegas Arcandra.

Eksplorasi migas merupakan bisnis dengan rasio keberhasilan hanya 20 persen. Selain itu, padat modal dengan jangka waktu produksi baru bisa 10 tahun setelah penemuan pertama.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: