Pantau Flash
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan
Pemotongan Sapi 'Tidak Manusiawi' di Aceh Disorot Media Asing

Indonesia Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam Soal Produksi Mobil Listrik

Indonesia Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam Soal Produksi Mobil Listrik Produksi mobil listrik. (Foto: ANT)

Pantau.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) menyatakan pekerja dari Vietnam dan Thailand dinilai paling siap menghadapi industri mobil listrik dibandingkan dengan pekerja Indonesia.

"Kalau saat ini, untuk SDM yang siap untuk mobil listrik itu Vietnam dan Thailand ya. Thailand terutama. Jadi kita punya kendala di pendidikan vokasi, ini yang harus kita perkuat," kata Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Bidang Teknologi dan Data Potensi Usaha Hadi S Cokrodimejo pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Demi Kepentingan Rakyat, Puan Miliki Harapan Khusus di Rapimnas Kadin 2019

Ia mengatakan dua negara tersebut saat ini sudah mempersiapkan berbagai aspek untuk pengembangan produksi mobil listrik. Sementara di Indonesia, kata Hadi, baik dari SDM maupun fasilitas pendukung untuk industri mobil listrik masih minim. "Tempat praktik di SMK-SMK kita rata-rata untuk mesin manual dan sekarang kan kebanyakan transmisi otomatik," kata dia.

Karena itu, jika pemerintah pusat dan daerah tidak mau ikut andil terkait perkembangan industri mobil listrik maka pekerja dari Vietnam dan Thailand bisa mengambil peluang kerja di Indonesia saat Hyundai Motor Company membangun pusat manufaktur yang pertama di Cikarang, Jawa Barat.

Kadin Jabar juga meminta produsen kendaraan asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company membangun tempat pelatihan perakitan mobil listrik bagi siswa SMK, terkait keputusan Hyundai yang akan membangun pusat manufaktur pertama di Indonesia.

"Itu bentuknya bisa factory teaching di SMK atau di politeknik atau di Balai Latihan Kerja. Jadi Hyundai harus memberikan peralatan di-update," kata Hadi.

Baca juga: Kadin Bentuk Tim Satgas Imbas Eskalasi Perang Dagang AS-China

Menurutnya, saat ini SMK, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja di Jawa Barat masih belum memiliki tempat pelatihan untuk mobil listrik.

"Jadi kita (Indonesia) punya kendala di pendidikan vokasi yakni di SMK dan politeknik, dan itu harus kuat dulu. Kemudian keahlian, masalah peralatan kita memang kurang, kita berharap Pemprov Jabar bisa mendanai SMK, politeknik diperkuat," tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: