Pantau Flash
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri
TikTok Ancam Tempuh Jalur Hukum Usai Diblokir Donald Trump
Pemerintah Beri Santunan Rp300 Juta untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Korona

Di Tengah Masa Sulit, Menteri Erick Harapkan BUMN Dapat Produksi Ventilator

Di Tengah Masa Sulit, Menteri Erick Harapkan BUMN Dapat Produksi Ventilator Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengharapkan BUMN dapat memproduksi alat kesehatan, termasuk ventilator. Mengingat, permintaan ventilator begitu tinggi di tengah pandemi COVID-19.

"Ada juga penemuan dari UI (Universitas Indonesia), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lain-lain. Kalau memang nanti kita bisa bantu produksi kenapa nggak," ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya di Jakarta.

Baca juga: Restrukturisasi BUMN, Menteri Erick Harapkan Perusahaan Negara Punya Arah

Memang kebutuhan ventilator cukup tinggi sehingga harus bersaing dengan negara lain untuk mendapatkan alat kesehatan itu. "Kalau ventilator kita coba beli dan terima sumbangan. Alhamdulillah besok ada sumbangan dan kita akan beli. Seluruh dunia sekarang memang lagi butuh, ketika ada ventilator mereka beli meskipun harganya double," ucapnya.

Terkait alat pelindung diri (APD), Erick mengatakan, saat ini kebutuhannya masih mencukupi. BUMN terus berupaya untuk menyediakan kebutuhan APD dalam rangka menangani COVID-19.

"Untuk APD sendiri memang kesulitan, karena itu kami berusaha membeli atau kerjasama dengan swasta. Alhamdulillah hari ini masih cukup, tapi ke depannya juga harus dipastikan," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Soal Tenaga Medis COVID-19: Kita Mesti Malu dengan Mereka

Maka itu, Erick mengaku, dalam setiap kesempatan dirinya selalu menyampaikan pentingnya membangun ketahanan pangan, energi, dan kesehatan bagi Indonesia.

"Dan yang selalu kita dengungkan selama ini kenapa kita mau konsolidasikan rumah sakit dan lain-lain, tidak lain untuk 'health security'. Kita tidak tahu sebagai bangsa sekuat apa. Ini lah tes kita tidak hanya kesehatan, kami di BUMN berusaha ingin jadi bagian yang bisa 'handle health security'," tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: